MK Tolak Seluruh Permohonan Paslon Nomor Urut 3 terkait Pilwalkot Ternate

Riezky Maulana ยท Senin, 22 Maret 2021 - 23:14:00 WIT
MK Tolak Seluruh Permohonan Paslon Nomor Urut 3 terkait Pilwalkot Ternate
Ketua MK Anwar Usman membacakan putusan terkait permohonan PHP Wali Kota Ternate Tahun 2020 yang diajukan oleh Pasangan Calon Nomor Urut 3 Muhammad Hasan Bay dan Mohammad Asghar Saleh, Senin (22/3/2021). (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Mahkamah Konstitusi (MK) menolak seluruhnya permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan (PHP) Wali Kota Ternate Tahun 2020 yang diajukan oleh Pasangan Calon (Paslon) Nomor Urut 3 Muhammad Hasan Bay dan Mohammad Asghar Saleh. Putusan Nomor 55/PHP.KOT-XIX/2021 ini dibacakan Ketua MK Anwar Usman dalam sidang yang digelar pada Senin (22/3/2021). 

"Dalam eksepsi, menolak eksepsi termohon dan pihak terkait untuk seluruhnya. Dalam pokok permohonan, menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya," ujar Anwar yang didampingi delapan hakim lain.

Dalam pertimbangan hukum, Hakim Konstitusi Arief Hidayat menyampaikan pendapat Mahkamah terkait dalil partisipasi pemilih Pilwalkot Ternate mencapai 100 persen di TPS 6 Kalumpang Kecamatan Ternate Tengah, TPS 8 Kelurahan Tabona Kecamatan Ternate Selatan. Kemudian, TPS 4 Kelurahan Bastiong Karance Kecamatan Ternate Selatan serta TPS 21 Kelurahan Kalumata Kecamatan Ternate Selatan.

"Menurut Mahkamah, tidak dapat dibuktikan lebih lanjut sehingga tidak meyakinkan Mahkamah. Oleh karena itu dalil pemohon a quo adalah tidak beralasan menurut hukum," ucap Arief.

Selanjutnya, Arief membacakan pertimbangan Mahkamah terkait dalil pemohon bahwa pada TPS 05 Kelurahan Makassar Timur ada pemilih yang menggunakan hak pilihnya lebih dari satu kali. Mahkamah berpendapat mengenai dalil adanya pemilih yang menggunakan hak pilihnya dua kali, setelah memeriksa bukti berupa Formulir A.3-KWK (DPT), Formulir Model C, Daftar Hadir Pemilih, dan Formulir Model C, dan Daftar Hadir Pemilih Tambahan.

Mahkamah menemukan fakta, pemilih atas nama Ismail Makassar, Intan Febriani Putri, dan Hasni Suleman hanya tercantum pada  Formulir Model C. Selanjutnya, Daftar Hadir Pemilih Tambahan TPS 05 dan tak menandatangani Formulir Model C. Lalu, dari Daftar Hadir Pemilih TPS 05, pemilih atas nama Asrianti dan Ahmad Sahamming hanya tercantum pada Formulir Model C.

Selanjutnya, Daftar Hadir Pemilih Tambahan TPS 05 dan tidak menandatangani Formulir Model C. Daftar Hadir Pemilih TPS 06. Pemilih atas nama Noni Husen hanya tercantum pada Formulir Model C. Daftar Hadir Pemilih Tambahan TPS 05 Nomor urut 32 dan juga menandatangani Formulir Model C. Daftar Hadir Pemilih TPS 01 Nomor Urut 190. Kedua pemilih tersebut memiliki NIK, nama, tempat tanggal lahir, status perkawinan, jenis kelamin, dan alamat sama, serta terdapat kemiripan tanda tangan.

"Selanjutnya, terhadap pemilih atas nama Aman A Gani dan Sulastri, meskipun Mahkamah menemukan adanya ketidaksamaan tanda tangan pada kedua formular daftar hadir tersebut di atas, namun nama, NIK, tempat tanggal lahir, status perkawinan, jenis kelamin, dan alamat sama untuk masing-masing pemilih. Mahkamah meyakini bahwa pemilih atas nama Aman A Gani dan Sulastri telah menggunakan hak pilihnya lebih dari satu kali,” kata Arief. 

Editor : Maria Christina

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: