Diduga Pelaku Utama Bentrok Warga di Maluku Tenggara, Pemuda Ini Diserahkan ke Polisi

Rizky Agustian · Jumat, 02 Desember 2022 - 11:57:00 WIT
Diduga Pelaku Utama Bentrok Warga di Maluku Tenggara, Pemuda Ini Diserahkan ke Polisi
Seorang terduga pelaku utama bentrok antarwarga Desa Bombay dan Elat di Maluku Tenggara berinisial YW alias Ulis diserahkan kepada polisi. (Foto: Humas Polda Maluku)

AMBON, iNews.id - Seorang terduga pelaku utama bentrok antarwarga Desa Bombay dan Desa Elat, Kecamatan Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), berinisial YW alias Ulis, diserahkan ke polisi. Penyerahan dilakukan oleh pejabat Desa Bombay hingga tokoh masyarakat pada Rabu (30/11/2022).

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol M Roem Ohoirat mengatakan, terduga pelaku diserahkan kepada Polres Maluku Tenggara. YW diduga sebagai pelaku utama yang melakukan penyerangan di Desa Elat hingga memicu bentrokan.

“Setelah diserahkan, pelaku YW kemudian digelandang menuju markas Polres Malra,” kata Ohoirat di Ambon, Kamis (1/12/2022).

Dia mengatakan, pihaknya turut menyita satu unit sepeda motor merek Honda Blade nomor polisi DE 2062 CE.

Adapun YW diduga telah melanggar Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Mengubah "Ordonnantietijdelijke Bijzondere Strafbepalingen" (Stbl. 1948 Nomor 17) dan Undang-undang Republik Indonesia Dahulu Nomor 8 Tahun 1948 dan atau Pasal 351 Ayat (1) dan atau Ayat (2) Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHPidana.

Sementara itu, Kapolda Maluku, Irjen Pol Lotharia Latif, mengapresiasi dukungan para tokoh agama, pejabat desa, dan kepala pemuda di Desa Bombay yang secara sukarela menyerahkan terduga pelaku penganiayaan kepada polisi.

“Kami memberikan apresiasi kepada Pejabat Desa, Ketua Pemuda dan Pastor yang telah menyerahkan pelaku bentrok kepada aparat kepolisian,” kata dia.

Latif memandang, penyerahan terduga pelaku tersebut sebagai bentuk dukungan masyarakat setempat atas penegakan hukum bentrok antarwarga. Dia berharap tindakan tersebut bisa dicontoh masyarakat lain.

“Dan apa yang telah dilakukan oleh pejabat Desa, ketua pemuda dan pastor di Desa Bombay diharapkan dapat menjadi role model bagi desa-desa lainnya yang kerap terlibat bentrok di Maluku,” kata dia.

Dia mengharapkan tidak ada lagi bentrok antarwarga dengan alasan apa pun. Sebab, menurut dia, peristiwa tersebut akan sangat merugikan seluruh pihak apabila terjadi.

“Kalau ada kasus yang dilakukan perorangan, biarkan proses hukum yang bertindak dan jangan dibawa menjadi persoalan negeri, suku atau golongan,” ucapnya.

Dia turut mengajak agar masyarakat bisa menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

“Kalau terjadi hal-hal yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing, kami minta masyarakat agar segera menghubungi aparat kepolisian terdekat,” kata Latif.

Editor : Rizky Agustian

Follow Berita iNewsMaluku di Google News

Bagikan Artikel: