Pukuli Warga Sipil, Perwira Polda Maluku Mantan Atlet Tinju Dipecat

Antara ยท Sabtu, 17 September 2022 - 13:51:00 WIT
Pukuli Warga Sipil, Perwira Polda Maluku Mantan Atlet Tinju Dipecat
Seorang anggota Polda Maluku dipecat karena menganiaya warga sipil yang bekerja sebagai pegawai minimarket. (Foto : Ist)Oknum polisi diduga hamili istri tahanan jalani sidang disiplin di Mapolda Sumsel. (Foto: Ilustrasi/Ist)

AMBON, iNews.id - Polda Maluku memecat anggota berinisial Iptu TK yang merupakan mantan atlet tinju karena telah berulang kali menganiaya warga sipil. Pemecatan itu dilakukan melalui sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri (KEPP) yang digelar di Markas Polda Maluku.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol M Roem Ohoirat mengatakan, Iptu TK terbukti bersalah menganiaya seorang pegawai minimarket bernama Daud Manusama di halaman parkir pada 17 April 2022 lalu.

"Bapak Kapolda berulang kali di setiap kesempatan sering menyampaikan agar polisi sebagai abdi atau pelayan dan pelindung rakyat. Bukan malah arogan dan melakukan kekerasan serta menyakiti hati rakyat," kata Ohoirat, Jumat (16/9/2022).

Pemecatan terhadap perwira polisi itu bagi Polda Maluku telah melalui prosedur dan mekanisme peraturan perundang-undangan yang berlaku. Polisi yang dipecat itu tercatat sudah terlibat banyak kasus pelanggaran berat. Bahkan sudah ada kasus pidana yang harus dijalani.

Polda Maluku juga sudah melakukan tahapan-tahapan pembinaan mental, memberikan sanksi, mulai dari yang ringan sampai terberat.

"Tetapi tampaknya yang bersangkutan ini tetap tidak berubah sehingga dianggap tidak layak lagi dipertahankan sebagai anggota Polri," katanya.

Menurutnya, polisi yang melanggar aturan sangat kecil jumlahnya.

"Masih banyak anggota yang memiliki dedikasi dan integrasi tinggi sebagai pelayan, pelindung dan pengayom masyarakat," ucapnya.

Dia menegaskan, Pemecatan Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap Iptu TK merupakan langkah yang tepat.

"Karena tidak layak lagi jadi anggota Polri, biarkan dia jadi masyarakat biasa, tanpa harus membawa nama institusi Polri lagi. Biar nanti berhadapan langsung dengan masyarakat," ujarnya.

Menurutnya, tidak ada tempat di Polri bagi anggota yang menyakiti hati rakyat. Seperti melakukan pemukulan seenaknya kepada warga yang tidak bersalah.

Editor : Donald Karouw

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: