Kasus Kekerasan Anak Mendominasi Perkara Hukum di Maluku

Antara · Kamis, 26 Agustus 2021 - 18:38:00 WIT
Kasus Kekerasan Anak Mendominasi Perkara Hukum di Maluku
Kasus pidana di Maluku didominasi perkara kekerasan terhadap anak. Kasus perlindungan anak meningkat pada masa PPKM. Foto: Ilustrasi/Antara

AMBON, iNews.id - Kasus kekerasan di Maluku mendominasi perkara hukum di wilayah tersebut. Pasalnya, jumlah narapidana (napi) di lapas maupun rutan Maluku mayoritas berasal dari perkara kekerasan terhadap anak.

Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Maluku menyatakan, jumlah
napi perkara kekerasan anak di Maluku sebanyak 524 orang. Paling tinggi di antara napi-napi kasus lain, termasuk narkotika.

"Terkait apa alasan sehingga kasus perlindungan anak bisa naik, kami di Lapas tidak mengetahuinya," kata Pelaksana Harian Kepala Devisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kanwil Hukum dan HAM Provinsi Maluku, Saiful Sahri, Kamis (26/8/2021).

Dia memastikan, tingginya kasus kekerasan terhadap anak terjadi pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Dimulai pada tahap pertama hingga sekarang ini.

Saiful yang juga selaku Kepala Lapas Kelas II  Ambon mengatakan, data hingga 25 Agustus 2021 menunjukan ada sebanyak 1.556 napi maupun tahanan di seluruh Lapas dan Rutan di Maluku. Napi kasus perlindungan anak mencapai 524 orang atau mencapai 33,67 persen sedangkan napi kasus Narkoba berada di peringkat dua, yakni sebanyak 272 orang atau 17,48 persen. 

Napi kasus korupsi sebanyak 133 orang atau 8,54 persen. Sedangkan kasus yang lain-lain sebanyak 627 orang seperti pencurian, penganiayaan, kepemilikan senjata api dan lainnya.

"Khusus di Lapas Ambon dari jumlah napi sebanyak 439 orang terdiri dari napi kasus kekerasan terhadap anak ada 140 orang. Sedangkan untuk narkotika 131 orang, pencurian 36 orang, pembunuhan 33 orang, penganiayaan 15 orang, dan lain-lain seperti terorisme tiga orang, dan makar sembilan orang," ujarnya.

Editor : Erwin C Sihombing

Bagikan Artikel: