Jemput Paket Ganja 2,5 Kg di Jasa Pengiriman, Kurir Suruhan Napi Ditangkap di Ternate

Ismail Sangaji ยท Selasa, 30 Juni 2020 - 21:05 WIB
Jemput Paket Ganja 2,5 Kg di Jasa Pengiriman, Kurir Suruhan Napi Ditangkap di Ternate
Kapolda Malut Irjen Pol Rikwanto memaparkan kasus narkoba yang dikendalikan napi Lapas Jambullah Ternate di Mapolda Malut, Ternate, Selasa (30/6/2020). (Foto: iNews/Ismail Sangaji)

TERNATE, iNews.id – Anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda Maluku Utara (Malut), menangkap seorang kurir ganja usai menjemput paket berisi ganja seberat 2,5 kilogram (kg) di salah satu jasa pengiriman di Kota Ternate. Pria berinisial RR alias Ridwan itu diketahui orang suruhan salah satu narapidana di Lapas Jambullah Ternate.

Dari keterangan pelaku, ganja seberat 2,5 kg itu dikirim dari Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). Narkoba itu selanjutnya akan diedarkan di Kota Ternate.

Kapolda Malut Irjen Pol Rikwanto mengatakan, penangkapan pelaku berawal dari informasi yang diperoleh polisi dari waga. Petugas kemudian mencegat pelaku usai mengambil paket kardus dari sebuah jasa pengiriman barang di Ternate dan menggeledah isi paket.

Saat dibuka petugas, kardus tersebut berisi tiga paket besar narkoba jenis ganja seberat 2,5 kg dan satu paket kecil seberat 47,80 gram. Ganja itu dibalut dengan celana jeans untuk mengelabui petugas.

“Hasilnya, ternyata paket yang diambil dari tempat pengiriman barang itu satu kotak besar yang setelah dibuka berisi ganja. Setelah ditimbang, beratnya 2,5 kg. Selain itu, ada paket kecil yang bersamaan datangnya. Setelah dibuka dan ditimbang, juga berisi ganja 47,80 gram,” kata Kapolda Malut saat pemaparan kasus di Mapolda Malut, Selasa (30/6/2020).

Pelaku bersama barang bukti langsung diamankan ke Mapolda Malut untuk penyelidikan. Dari hasil pengembangan kasus terungkap, narkoba yang dijemput tersebut milik salah satu narapidana di Lapas Jambullah Ternate berinisial AK.

“Jadi dari hasil pendalaman diketahui, RK ini punya teman bernama AK, penghuni lapas di wilayah Ternate dan masih dalam proses penahanan di lapas. Kemudian dikembangkan lagi kepada AK. Dari hasil penelusuran di lapas, AK mengakui ganja itu miliknya,” kata Kapolda Malut.

Polisi masih mengembangkan kasus ini. Atas perbuatannya, tersangka RR diancam 5 sampai 20 tahun penjara. Sementara napi AK akan diproses setelah masa penahanan di lapas selesai. Polisi juga mengamankan satu handphone yang digunakan RR untuk berkomunikasi dengan AK.

Polda Malut saat ini juga sudah berkoordinasi dengan Polda Sumut untuk mengejar pelaku pengiriman. Dengan begitu, polisi bisa memutus salah satu mata rantai peredaran narkoba antarprovinsi.


Editor : Maria Christina