Brimob Polda Maluku Bantu Sosialisasi di Perbatasan saat PSBB Ambon

Antara ยท Rabu, 24 Juni 2020 - 09:46 WIB
Brimob Polda Maluku Bantu Sosialisasi di Perbatasan saat PSBB Ambon
Personil Kompi 1 Batalyon A Pelopor Brimob Polda Maluku memeriksa identitas warga yang melintas di pos perbatasan Larier, Desa Passo, Kecamatan Baguala, Selasa (23/6/2020). (Foto: Istimewa)

AMBON, iNews.id - Personel Brimob Polda Maluku gencar melakukan sosialisasi penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Ambon. Sosialisasi dilakukan agar masyarakat mengerti dan paham tentang aturan yang berlaku.

Seperti tim Kompi 1 Batalyon A Pelopor Brimob Polda Maluku. Mereka melakukan sosialisasi kepada warga pelintas batas ibu kota provinsi Maluku dengan Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).

"Sejak PSBB diberlakukan Senin (22/6/2020), kami terus menyosialisasikannya kepada pelintas batas Kota Ambon - Malteng, agar mereka mengerti dan paham tentang aturan yang berlaku," ujar Danton 4 Kompi 1 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Maluku, Bribka D Lulubay, Selasa (23/6/2020).

Bribka D. Lulubay bersama sejumlah personel brimob ditugaskan membantu ti gabungan TNI-Polri, Satpol PP, BNPB, Dinas Kesehatan dan Dinas Perhubungan Kota Ambon melakukan pengamanan kawasan Larier. Kawasan ini merupakan pintu perbatasan Kecamatan Baguala Kota Ambon dengan Kecamatan Salahutu, Pulau Ambon, Kabupaten Malteng.

Di Pulau Ambon, terdapat tiga perbatasan antara Kota Ambon dan Kabupaten Malteng. Ketiga perbatasan ini yakni di Negeri Laha, Kecamatan Teluk Ambon yang berbatasan dengan Kecamatan Leihitu Barat, serta Desa Hunuth-Durian Patah dengan Kecamatan Leihitu, Malteng.

Dia mengatakan, ketiga pintu dijaga ketat personel gabungan. Mereka menyosialisasikan pemberlakuan PSBB di Kota Ambon berdasarkan Peraturan Wali Kota (Perwali) Ambon Nomor 18 Tahun 2020 tentang PSBB. Selain itu juga melakukan penertiban dan pemberlakuan sanksi bagi warga yang melanggar.

"Dalam dua hari ini, kami masih memberikan imbauan dan sosialisasi serta kelonggaran bagi warga yang melintas di perbatasan Kota Ambon-Malteng yang tanpa melengkapi diri dengan identitas serta surat kesehatan," katanya.

Meski demikian, personel bersama tim gabungan mulai melakukan penindakan terhadap pelanggar terhitung Rabu (24/6/2020). Pelanggar yang dimaksud yakni pelintas yang tidak membawa identitas berupa kartu tanda penduduk (KTP), surat keterangan dari desa/kelurahan, surat hasil tes kesehatan maupun surat tugas.

"Tindakan persuasif akan dilakukan terhadap pelintas batas yang lalai berupa peringatan hingga penerapan sanksi sosial maupun administrasi dan denda sesuai ketentuan Perwali, termasuk tidak diijinkan masuk wilayah Kota Ambon," katanya.

Posko gabungan di perbatasan Kota Ambon - Malteng beroperasi setiap hari mulai pukul 06.00 WIT hingga 21.00 WIT. Posko di kawasan Larier, Desa Passo merupakan jalur padat dan ramai aktivitas kendaraan maupun orang dari dan ke dua wilayah.

Setiap pelintas batas Ambon - Malteng diwajibkan mengukur suhu tubu, mencuci tangan di tempat yang telah disediakan, serta menunjukkan identitas diri dan surat-surat yang diwajibkan.


Editor : Umaya Khusniah