Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol M Roem Ohoirat dan Kasubdit IV/Tipidter Ditreskrimsus Polda Maluku Kompol Andi Zulkifi dalam konferensi Pers penangkapan dua tersangka PETI Gunung Botak, Pulau Buru. (Antara/Winda Herman)
Antara

AMBON, iNews.id - Dua pelaku penambangan emas tanpa izin (PETI) di Gunung Botak, Kabupaten Buru, Maluku ditangkap polisi. Keduanya yakni berinisial LL dan M yang diamankan anggota tim penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Maluku.

Kasubdit IV/Tipidter Ditreskrimsus Polda Maluku Kompol Andi Zulkifi mengatakan, kedua pelaku melakukan kegiatan terlarang di dalam kawasan bekas konsesi PT Sinergi Sahabat Setia (SSS) yang berada di jalur H, Desa Wamsait, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru. 

"Pelaku LL dan M telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana pertambangan dan mineral. Keduanya kini sudah ditahan di rumah tahanan Polda Maluku," ujarnya, Rabu (30/11/2022).

Dalam melancarkan aksinya, motif yang dilakukan kedua tersangka untuk mencari keuntungan dan memperkaya diri.

"Tersangka LL melakukan aktivitas pengolahan material mineral logam emas dengan metode bak rendaman di lokasi bekas perusahaan SSS tersebut,” katanya.

Menurutnya, tersangka LL berperan mengambil material logam emas dari stok bekas berkas pada PT Prima Indo Persada (PIP). Material emas ini diambil atas seizin tersangka M dengan jumlah diangkut sebanyak 3.500 karung. 

"Material diangkut dengan cara dompeng atau disedot menggunakan mesin pompa. Selanjutnya M juga berperan sebagai penjamin keamanan dan bertanggung jawab atas kegiatan tersebut," ujar Zulkifi.

Menurutnya, kegiatan PETI yang dilakukan kedua tersangka terungkap saat tim penyidik mendatangi TKP, Kamis (10/11/2022).

“Hasil pengecekan, tim menemukan dari tersangka LL sejumlah barang diduga untuk melakukan kegiatan pertambangan emas. Barang-barang bukti tersebut telah dilakukan penyitaan,” ucapnya.

Barang-barang yang telah disita yaitu bahan-bahan berbahaya berupa satu bak rendaman berisi material pasir mengandung emas kurang lebih 3.500 karung dengan luas bak rendaman 10x15 meter di bekas perusahaan PT SSS. 

Tim juga menemukan sianida (cn) kurang lebih 25 kilogram yang dikemas dalam karung warna hijau, 50 karung kapur yang dikemas dalam karung semen conch, dua unit mesin pompa (alkon) merek Matari dan Tsurumi, satu unit mesin jiandong, satu unit mesin kato dan sejumlah barang bukti lainnya. 

“Kedua tersangka mengakui telah melakukan aktivitas usaha pertambangan emas tanpa izin sejak Oktober 2022 sampai saat ini,” ujar Zulkifi.

Diketahui, Gunung Botak merupakan sebutan untuk area pertambangan emas ilegal di Pulau Buru yang beroperasi secara masif, mengakibatkan kerusakan lingkungan dan meningkatnya tindak kejahatan.


Editor : Donald Karouw

BERITA TERKAIT