Ilustrasi pekerja tambang emas. (Foto: Reuters)
Antara

BURU, iNews.id - Pertambangan emas ilegal di Gunung Botak, Dusun Wamsait, Desa Dafa, Kecamatan Waelatam, Kabupaten Buru, longsor. Sebanyak tiga penambang tewas tertimbun.

Korban meninggal dunia di antaranya Anto (41 tahun), warga asal Desa Dorpedo Kota ternate Selatan, Maluku Utara, Rizal Galela alias Ical (40 tahun), warga asal Desa tobelo, Tobelo, Halmahera Utara, dan Lukas Tasidjawa (39 tahun), Warga asal Desa Waekose, Kecamatan Fenaleisela, Buru.

“Peristiwa terjadi kemarin pukul 05.00 WIT, kami peroleh informasi dari saksi atas nama Am bahwa telah terjadi kecelakaan kerja tanah longsor yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia di area PETI (Pertambangan Emas Tanpa Izin) Gunung Botak,” kata Paur Humas Polres Pulau Buru Aipda Djamaluddin di Ambon, Selasa (21/11/2022).

Adapun korban yang selamat, kata Djamaluddin, yakni Cadu (45 Tahun) Asal Kabupaten Tobelo, Halmahera Utara, Maluku Utara.

Dia menerangkan, saat itu kurang lebih 30 orang, termasuk para korban, sedang menambang secara manual di area gunung batu sekitar pukul 00.00 WIT. 

“Selanjutnya Korban atas nama Anto, Rizal Galela, Lukas Tasidjawa dan Cadu menggali tanah dengan kedalaman galian sekitar empat meter,” katanya.

Sekitar pukul 02.15 WIT, saksi mendengar ada suara runtuhan tanah. Selanjutnya saksi menanyakan kepada rekannya terkait suara runtuhan tanah tersebut.

Rekannya menjawab telah terjadi tanah longsor di areal penambangan emas metode dompeng milik Yohanes Nurlatu. Selanjutnya rekan kerja saksi menyampaikan ada penambang yang tertimbun di areal tanah longsor tersebut.

Kemudian kedua saksi dan para penambang lain menuju lokasi dompeng untuk membantu menggali tanah tempat korban tertimbun longsoran tanah.

“Setelah menggali longsoran tanah selama kurang lebih dua jam korban yang berjumlah empat orang berhasil dievakuasi, namun tiga korban tersebut sudah dalam keadaan meninggal dunia, sedangkan korban atas nama Cadu selamat dan dalam keadaan sehat tapi cedera di kaki karena tertimbun,” katanya.

Menurutnya, korban atas nama Cadu selamat karena hanya tertimbun setengah badan. Sedangkan ketiga korban yang meninggal dunia keseluruhan badan tertimbun tanah dan posisinya berada sekitar tiga meter di bawah korban yang selamat.

Djamaluddin pun mengingatkan agar masyarakat tak lagi melakukan penambangan di Gunung Botak. Sebab, aktivitas itu bisa mencemari lingkungan akibat penggunaan bahan kimia berbahaya.

“Juga bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti ini,” ucapnya.

Diketahui, Gunung botak adalah sebutan untuk area pertambangan emas ilegal di Pulau Buru yang beroperasi secara masif. Aktivitas tersebut mengakibatkan kerusakan lingkungan dan meningkatnya tindak kejahatan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga sudah memerintahkan agar aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Gunung Botak untuk ditertibkan sejak 2017. Namun hingga kini aktivitas itu tetap berlangsung secara sembunyi bahkan juga melibatkan oknum aparat yang melindunginya.


Editor : Rizky Agustian

BERITA TERKAIT