Sebelum Tewas, Pegawai Rektorat Universitas Pattimura Datangi Hotel Bareng Bupati SBT

Rizky Agustian ยท Selasa, 22 November 2022 - 14:04:00 WIT
Sebelum Tewas, Pegawai Rektorat Universitas Pattimura Datangi Hotel Bareng Bupati SBT
Pegawai Rektorat Universitas Pattimura, Hendy Marcel Soplanit, sempat mendatangi hotel bersama Bupati Seram Bagian Timur (SBT), Abdul Mukti Keliobas. (Foto: Ilustrasi/Istimewa)

AMBON, iNews.id - Pegawai Rektorat Universitas Pattimura, Hendy Marcel Soplanit, ditemukan tewas di dalam kamar 311 Hotel Amboina, Kota Ambon, Senin (21/11/2022). Sebelum meregang nyawa, korban sempat terlihat mendatangi hotel bersama Bupati Seram Bagian Timur (SBT), Abdul Mukti Keliobas.

PS Kasi Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Ipda Moyo Utomo mengatakan, Abdul Mukti merupakan teman sekolah korban. Keduanya tiba di Hotel Amboina pada Minggu (20/11/2022) sekira pukul 21.00 WIT. Korban dan Abdul Mukti kemudian berpisah untuk beristirahat di kamar masing-masing.

“Korban bersama sejumlah temannya menuju ke kamar 311 untuk beristirahat. Akan tetapi selang beberapa menit kemudian korban kembali keluar kamar dan rekan-rekannya tidak tahu,” kata Moyo, dikutip dari laman Polda Maluku, Selasa (22/11/2022).

Sekira 30 menit berselang, korban kembali datang ke kamar dan beristirahat di tempat tidurnya yang saat itu terletak di bagian bawah kamar. Korban lantas ditemukan meninggal keesokan harinya kala salah satu rekannya, Mario E Van Bocove, melihatnya tidur tanpa bergerak.

Merasa curiga, dia lantas memanggil rekannya yang lain untuk memastikan kondisi korban. Selanjutnya teman korban Rifai Tuasalamony (43), menurunkan kain selimut yang saat itu menutupi wajah korban.

“Saat itu terlihat wajah korban sudah membiru. Melihat hal tersebut saksi Frensi Samu-samu (37) langsung melaporkan peristiwa tersebut kepada resepsionis hotel untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.

Korban diduga meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya. Menurut keterangan istri korban Merciane Kho (49), korban memiliki riwayat penyakit asam urat dan darah tinggi.

“Istri korban telah mengikhlaskan kematian korban dan menolak untuk dilakukan proses autopsi,” ujarnya.

Editor : Rizky Agustian

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: