Ratusan Rumah di 2 Kabupaten di Maluku Utara Terendam Banjir, 4 Jembatan Rusak Parah

Ismail Sangaji ยท Senin, 29 Juni 2020 - 20:40 WIB
Ratusan Rumah di 2 Kabupaten di Maluku Utara Terendam Banjir, 4 Jembatan Rusak Parah
Ratusan rumah terendam banjir di Kabupaten Pulau Taliabu, dan Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, Senin (29/6/2020). (Foto: iNews/Ismail Sangaji)

TERNATE, iNews.id - Banjir merendam ratusan rumah di dua kabupaten di Provinsi Maluku Utara(Malut), yakni Kabupaten Pulau Taliabu dan Halmahera Selatan, Senin (29/6/2020). Musibah itu juga mengakibatkan fasilitas umum dan empat jembatan penghubung antardesa rusak.

Informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), musibah itu dipicu hujan deras yang turun selama satu pekan terakhir. Banjir juga merendam sejumlah fasilitas umum seperti sekolah, perkantoran, dan tempat ibadah. Kondisi ini mengakibatkan puluhan kepala keluarga memilih mengungsi ke rumah keluarga atau warga yang tidak terdampak banjir.

Kepala BPBD Kabupaten Pulau Taliabu, Sutomo Teapon mengatakan, dari pendataan petugas, sedikitnya ada 700 kepala keluarga (KK) yang terdampak banjir di kabupaten itu. Akibatnya sejumlah sungai di dua kabupaten ini meluap ke permukiman warga. Empat jembatan penghubung Desa Talo, Desa Karamat dan Desa Bobong mengalami kerusakan parah akibat longsor dan terbawa arus banjir.

"Banjir terjadi sejak pukul 03.00 WIB tadi dan sampai sekarang belum surut. Kami perkirakan ada empat jembatan yang longsor dibawa genangan air. Sementara warga yang terdampak sekitar 700 KK dan masih kami data. Saat ini, kami fokus untuk pembuatan saluran air agar banjir surut," katanya.

Sementara di Halmahera Selatan, banjir merendam puluhan rumah warga di dua kecamatan, yakni Kecamatan Bacan Timur dan Gane Timur. Bahkan ketinggian banjir mencapai 1 meter. Banjir di daerah ini dipicu longsor tebing sepanjang 500 meter yang menutup aliran sungai sehingga air sungai langsung meluap ke permukiman warga.

Kepala BPBD Provinsi Malut Yunus Badar mengatakan, segera menerjunkan tim verifikasi untuk memverifikasi jumlah korban banjir dan kerusakan yang terjadi di Kabupaten Pulau Taliabu dan Halmahera Selatan. Pihaknya juga segera menangani korban banjir di dua kabupaten tersebut.

"Dari laporan BPBD setempat, banjir dipicu curah hujan yang tinggi sehingga meluap. Kami sudah siapkan tim dari BPBD untuk turun memverifikasi kondisi banjir di Taliabu dan Halmahera Selatan. Insya Allah turun pada Rabu besok," katanya.


Editor : Maria Christina