Pohon Tumbang, Akses Internet Warga Leihitu Terganggu 2 Hari

Antara ยท Rabu, 21 Juli 2021 - 18:49:00 WIT
Pohon Tumbang, Akses Internet Warga Leihitu Terganggu 2 Hari
Kabel optik Telkomsel di Desa Ureng, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku rusak akibat tertimpa pohon tumbang pada 19 Juli 2021 dan menggangu akses internet. Foto: Antara/Telkomsel Ambon

AMBON, iNews.id - Telkomsel memastikan akses internet di Kecamatan Leihitu, Maluku Tengah (Malteng) sudah normal. Jaringan internet di wilayah tersebut sempat mengalami gangguan selama dua hari akibat pipa pembungkus kabel optik Telkomsel di Desa Ureng, Kecamatan Leihitu, patah tertimpa pohon tumbang pada Senin (19/7/2021).

“Pengguna Telkomsel di Leihitu sudah bisa menikmati kembali akses layanan internet kami seperti sedia kala," kata Spv Network Telkomsel Ambon, Purwadi, Rabu (21/7/2021).

Warga Leihitu mendapatkan akses internet hanya dari jaringan Telkomsel. Warga setempat mengeluhkan gangguan akses internet yang hanya mampu menangkap sinyal 2G atau Enhanced Data rates for GSM Evolution (EDGE) sehingga mengganggu kegiatan belajar mengajar. 

Purwadi mengatakan, akses internet terganggu dan hanya bisa menangkap sinyal EDGE disebabkan pipa pembungkus kabel optik Telkomsel di Desa Ureng, Kecamatan Leihitu, patah tertimpa pohon tumbang dan merusak kabel di dalamnya. Pohon tumbang akibat cuaca ekstrem yang melanda pada beberapa hari terakhir.

"Ada pohon yang tumbang malam hari karena cuaca ekstrem, menimpa kabel optik dan merusaknya. Titik lokasi kerusakan di Desa Ureng, itu yang menyebabkan seluruh akses internet di Kecamatan Leihitu jadi tidak maksimal, hanya EDGE," kata dia.

Menurut dia, perbaikan jaringan kabel optik juga sempat terkendala karena cuaca buruk dan tingginya intensitas curah hujan. Tim mengalami kesulitan untuk bisa memindahkan pohon yang tumbang.

"Perbaikan dilakukan pagi hari, tapi karena cuaca tidak menentu teman-teman tim agak kesulitan untuk bisa langsung memperbaiki kabel optik yang rusak, perlu effort tambahan juga," ucap Purwadi.

Editor : Erwin C Sihombing