Petani di Pulau Taliabu Keluhkan Harga Cengkih yang Anjlok

Antara · Senin, 14 September 2020 - 17:58 WIT
Petani di Pulau Taliabu Keluhkan Harga Cengkih yang Anjlok
Ilustrasi cengkih. (Foto: Istimewa)

TERNATE, iNews.id - Sejumlah petani di Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab), Maluku Utara (Malut) mengeluhkan rendahnya harga jual cengkih dalam beberapa bulan terakhir. Saat ini, harga cengkih di pasaran mencapai Rp50.000 per kilogram (kg).

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan, Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop), Kabupaten Pulau Taliabu, Jayadi mengatakan, pada bulan lalu, harga cengkih turun ke angka Rp47.000 per kg. Namun untuk bulan ini sudah sedikit merangkak naik menjadi Rp50.000 per kg.\

“Ini tentu masih jauh dari dua tahun sebelumnya, yang mencapai Rp78.000 per kg. Sudah kurang lebih dua tahun harga jual cengkih bertahan bahkan sempat naik Rp80.000," ujarnya, Senin (14/9/2020).

Sebelumnya Bupati Pulau Taliabu, Aliong Mus mengatakan, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk memperbaiki harga cengkih. Namun, anjloknya harga jual komoditas seperti cengkih saat ini tidak terlepas dari situasi nasional yang membuka keran impor. Alhasil upayanya belum membuahkan hasil.

"Saya sangat tahu persis situasi ekonomi saat ini sedang sulit, harga jual cengkih dan cokelat sangat turun sekali. Kalau ada yang mengatakan pemda bisa menaikkan harga cengkih, itu omong kosong," kata Aliong Mus.

Untuk itu dia berharap agar masyarakat  bersabar menghadapi situasi ini. Selain kebijakan impor cengkih, Indonesia juga sedang menghadapi wabah Covid-19 yang cukup berdampak terhadap perekonomian.

"Saya sudah ketemu pengusaha besar di Surabaya dan Jakarta, seperti PT Sampoerna dan juga PT Gudang Garam. Tapi karena impor cengkih dari luar negeri sangat banyak, makanya harga di dalam negeri jadi turun. Juga karena krisis global yang merupakan imbas Covid-19 ini cukup mengancam kondisi ekonomi dunia," ujarnya.


Editor : Umaya Khusniah