Pertama Kali Masukkan Perempuan ke Pengurus, Ini Alasan PBNU

Widya Michella ยท Rabu, 12 Januari 2022 - 17:32:00 WIT
Pertama Kali Masukkan Perempuan ke Pengurus, Ini Alasan PBNU
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (Foto: Sindonews/Lukman Hakim).

JAKARTA, iNews.id - Beberapa tokoh perempuan masuk ke dalam struktur baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa bakti 2022-2027. Ini adalah untuk pertama kalinya perempuan masuk dalam pengurus PBNU sejak didirikan tahun 1926 lalu.

“Sejak awal didirikan sebenarnya tidak ada pembatasan di PBNU. Sekarang tokoh perempuan dimasukkan karena memang ada kebutuhan yang mendesak,” kata Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf di kantor PBNU, Rabu (12/1/2022).

Beberapa perempuan yang masuk kepengurusan di antaranya adalah di jajaran Mustasyar ada Nyai Nafisah Sahal Mahfudz, Nyai Sinta Nuriyah Abdurahman Wahid (Istri Gus Dur), dan Nyai Mahfudloh Ali Ubaid.

Di jabatan A’wan di antaranya Nyai Nafisah Ali Masum, Nyai Badriyah Fayumi, serta Nyai Ida Fatimah Zaenal. Lalu di Tanfidziyah ada nama Khofifah Indar Parawansa serta Alissa Qotrunnada Wahid (putri Gus Dur).

“Ada masalah-masalah besar terkait isu perempuan. Kita ajak tokoh perempuan yang paling tangguh dan kuat, seperti ibu Khofifah yang nanti akan kita andalkan, juga Ibu Alissa,” kata Gus Yahya.

Dalam kesempatan ini, Alissa Wahid mengatakan bahwa masuknya perempuan dalam jajaran kepengurusan PBNU merupakan terobosan yang sangat penting.

“Sejak awal NU kita sadari ruang perempuan sangat besar. Selama ini tokoh-tokoh perempuan NU tidak hanya mengurusi kiai tapi juga pondok putri juga pengajian dan kegiatan di ruang publik juga banyak diurusi Bu Nyai,” ujar putri Gus Dur ini.

Hal yang sama diungkapkan Khofifah. Dia mengatakan dalam menyongsong 100 tahun usia NU, maka peran perempuan NU harus diperkuat. Peningkatan SDM dan IPM menjadi pertimbangan serius yang harus diperjuangkan.

“Saya mencontohkan kalau ada 10 ibu di Jatim, 7 adalah muslimat dan 5 di antaranya biasanya kurang mampu. Ini menjadi proses peningkatan IPM yang harus diprioritaskan NU,” ujar Khofifah.

Editor : Reza Fajri

Bagikan Artikel: