Perkosa 5 Anak Kandung dan 2 Cucu, Pria di Ambon Divonis Penjara Seumur Hidup

Antara · Kamis, 08 Desember 2022 - 14:32:00 WIT
Perkosa 5 Anak Kandung dan 2 Cucu, Pria di Ambon Divonis Penjara Seumur Hidup
Ilustrasi pria yang memerkosa lima anak kandung dan dua cucu di Ambon divonis penjara seumur hidup. (Foto : Ist)

AMBON, iNews.id - Roby Hitipeuw (51), pria yang memerkosa lima anak kandung dan dua cucunya divonis penjara seumur hidup. Hukuman ini dijatuhkan Majelis Hakim dalam persidangan di Pengadilan Negeri Ambon.

"Menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah melanggar Pasal 81 ayat (1), ayat (3) dan ayat (5) Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak," ujar Ketua Majelis Hakim Orpha Martina, Rabu (7/12/2022).

Hakim menyebut hal yang memberatkan terdakwa divonis penjara seumur hidup karena perbuatan bejat secara berlanjut yang dilakukan terhadap lima anak kandung sejak masih duduk di bangku sekolah dasar dan juga terhadap dua cucunya.

Putusan Majelis Hakim itu sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Ambon Ingrid Louhenapessy yang dalam sidang sebelumnya menuntut terdakwa dengan hukuman penjara seumur hidup.

Perbuatan asusila terdakwa terhadap anak kandung dan cucunya yang dilakukan di dalam rumahnya di Kecamatan Baguala, Kota Ambon. Peristiwa ini terungkap pada 4 Juni 2022.

Aksi bejat ini mulai dilakukan terdakwa Roby sejak tahun 2007 terhadap lima anaknya dan berlanjut pada tahun 2022 terhadap dua cucunya hingga ketahuan dan dilaporkan ke Mapolresta Pulau Ambon dan PP Lease.

Atas putusan Majelis Hakim itu, terdakwa melalui penasihat hukumnya Peny Tupan dari LBH Humanum Maluku menyatakan pikir-pikir sehingga diberikan waktu selama tujuh hari untuk menyampaikan sikap.

Sebelumnya, Kasi Penkum dan Humas Kejati Maluku Wahyudi Kareba mengatakan, sidang lanjutan perkara tersebut dengan agenda pembacaan tuntutan JPU sempat tertunda beberapa kali karena rencana penuntutannya diambil alih Kejaksaan Agung.

Editor : Donald Karouw

Halaman : 1 2

Follow Berita iNewsMaluku di Google News

Bagikan Artikel: