Nelayan Pulau Tanimbar Maluku Keluhkan Kapal-Kapal Andon Penangkap Telur Ikan

Antara ยท Sabtu, 12 September 2020 - 14:05 WIT
Nelayan Pulau Tanimbar Maluku Keluhkan Kapal-Kapal Andon Penangkap Telur Ikan
Ilustrasi nelayan yang mencari ikan di laut. (Foto: Dok iNews).

AMBON, iNews.id - Dinas Perikanan dan Kelautan Maluku dinilai tak serius mencabut izin operasional ratusan kapal andon dari luar daerah yang mencari telur ikan di perairan Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Padahal hal ini merugikan nelayan di perairan tersebut.

Anggota DPRD Maluku, Santhy Tethol mengatakan, sudah meminta atensi Gubernur Maluku Murad Ismail terkait izin kapal-kapal dari luar daerah ini.

"Karena sampai sekarang dinas belum juga mengeluarkan sepucuk surat untuk menghentikan pengoperasian kapal-kapal tersebut. Padahal kami sudah menyampaikan hal ini secara resmi," kata Santhy di Kota Ambon, Maluku, Jumat (11/9/2020).

Menurut Ketua Komisi II DPRD Maluku, masalah ini sudah menjadi keluhan masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Mereka kesulitan mencari telur ikan atau ikan sejak 2012 lalu.

Mereka meminta pemerintah daerah (pemda) dan DPRD untuk ambil sikap dan kebijakan yang dinilai tidak merugikan para nelayan. Area tangkapan mereka dikuasi nelayan andon dari luar daerah.

Kapala Dinas Kelautan dan Perikanan Maluku, Abdul Haris menjelaskan, sesuai informasi yang didapat dari lapangan dari ratusan kapal andon yang beroperasi, tidak seluruhnya mengantongi izin resmi.

"Kalau yang berizin itu dikeluarkan oleh Pemprov Maluku melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) untuk kapal berukuran 10 sampai 30 GT,"katanya.

Sedangkan untuk kapal-kapal yang ukurannya di bawah 10 GT itu tidak wajib izin, tetapi mereka harus mencatatkan diri terkait keberadaan kapal pada Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan.

"Data yang kami dapatkan dari DPM PTSP untuk tiga tahun terakhir ini ada 89 izin yang dikeluarkan untuk kapal berukuran 10 sampai 30 GT, dan 27 izin diantaranya untuk kapal yang alat tangkapnya khusus untuk perangkap telur ikan," ujarnya.

Sedangkan untuk kapal yang berukuran di bawah 10 GT sebanyak 377 kapal untuk tiga tahun terakhir, dan sebagian besar adalah kapal milik para nelayan lokal.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal