Nama Bung Karno Diabadikan di Malteng, Megawati Ungkap Sejarah Kota Masohi

Antara · Selasa, 22 Juni 2021 - 11:10:00 WIT
Nama Bung Karno Diabadikan di Malteng, Megawati Ungkap Sejarah Kota Masohi
Tangkapan layar Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri menandatangani prasasti tiga fasilitas di Masohi, Maluku Tengah yang mengabadikan nama Presiden RI Pertama Ir Sukarno, di Jakarta, Senin (21/6/2021). Foto: Antara/PDI Perjuangan

AMBON, iNews.id - Maluku Tengah (Malteng) mengabadikan Presiden Sukarno dengan mendirikan monumen, gedung pertemuan (baileo) dan menabalkannya jadi nama ruas jalan. Presiden RI ke-5 dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri meresmikannya secara virtual pada Senin (21/6/2021).

Ketiga fasilitas umum yang menabalkan nama Bung Karno terletak di ruas jalan Pattimura, Kota Masohi, Ibu Kota Malteng. Dalam kesempatan peresmian yang disaksikan Gubernur Maluku Murad Ismail dan Bupati Maluku Tengah Abua Tuasikal dari Masohi, Mega membeberkan asal-usul pemberian nama Kota Masohi.

"Saya menyampaikan terima kasih yang tinggi bagi pemkab maupun seluruh masyarakat Maluku Tengah yang mengabadikan nama Presiden Sukarno, sebagai wujud ungkapan terima kasih terhadap sejarah lahirnya Kota Masohi yang dasarnya diletakkan oleh Bung Karno pada 3 November 1957," ujar Mega.

Dia menyebutkan, pemberian nama Kota Masohi oleh Bung Karno memiliki pesan dalam. Sebab Masohi, yang kini jadi Ibu Kota Malteng, dalam bahasa adat setempat berarti gotong royong.

"Karena itu pembangunan di Maluku Tengah haruslah dilandasi semangat gotong royong untuk mencapai tujuan bersama yakni kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakatnya," kata Mega.

Mega juga berpesan agar baileo Bung Karno, di Malteng, bisa dimanfaatkan seluruh warga. Sedangkan nama jalan yang sekarang menjadi Jalan Sukarno sebelumnya disebut Jalan Protokol.

"Saya minta baileo yang mengabadikan nama bapak saya (Sukarno) bukan sekadar bangunan biasa, tetapi menjadi muti fungsi dan dapat digunakan seluruh masyarakat di Masohi," ujar Mega.

Editor : Erwin C Sihombing