Dinilai Peduli Bencana Alam dan Nonalam, Wali Kota Ambon Terima Penghargaan BNPB

Antara · Rabu, 14 Oktober 2020 - 11:23 WIT
Dinilai Peduli Bencana Alam dan Nonalam, Wali Kota Ambon Terima Penghargaan BNPB
Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy berbicara terkait Ketangguhan Ambon menghadapi bencana alam maupun bencana nonalam. (Foto: Antara)

AMBON, iNews.id - Wali Kota Ambon, Maluku, Richard Louhenapessy menerima penghargaan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai  kepala daerah yang dinilai peduli terhadap bencana alam maupun nonalam. Total ada 15 kepala daerah di Indonesia yang mendapat penghargaan BNPB.

Mereka yang menerima penghargaan di antaranya Gubernur Jawa Tengah, Bali dan Bangka Belitung, Wali Kota Ambon dan Surakarta, Bupati Magelang, Jayapura, Banyumas, Kepulauan Meranti, Batubara, Buleleng, Gorontalo Utara, Kediri, Majalengka dan Kepulauan Siau.

Penghargaan diserahkan Sekretaris Utama (Sestama) BNPB, Harmensyah dan diterima Sekretaris Kota Ambon, Anthony Gustaf Latuheru pada puncak acara bulan Pengurangan Resiko Bencana (PBR) 2020, di Jakarta, Selasa (13/10/2020).

Kepala BNPB, Dony Moenardo menyatakan, BNPB memberikan penghargaan kepada kepala daerah yang berkonstribusi dalam pengurangan risiko bencana di daerah masing-masing.

Dia mengatakan, bulan PBR 2020 dilaksanakan dalam suasana pandemi Covid-19. Hal ini menjadi suatu pembelajaran bersama, dalam membangun ketangguhan terhadap bencana, harus diselaraskan dengan upaya pencegahan penyebaran Covid-19. 

"Tema penting PBR yakni daerah punya aksi, pengurangan risiko bencana sebagai wujud nyata, pelibatan serta konstribusi seluruh komponen bangsa menanggulangi bencana, baik itu pemerintah pusat, daerah da komponen masyarakat lainnya," katanya Selasa (13/10/2020).

Keterlibatan seluruh stakeholders dalam menanggulangi bencana merupakan satu rangkaian kalender dalam penanggulangan bencana. Proses pembangunan yang dulunya merusak lingkungan, berubah ke arah yang peka risiko bencana.

"Saat ini, analisa risiko bencana menjadi dasar pembangunan di seluruh Indonesia," katanya.

Bencana nonalam yakni pandemi Covid-19 , saat ini telah merenggut 1 juta lebih korban meninggal di dunia. Sebanyak 35 juta jiwa lebih terkonfirmasi positif.

Selain Covid - 19, ancaman alam juga mengancam. Data BMKG terjadinya La Nina, dimana akan ada curah hujan tinggi mulai kini sampai nanti Februari atau Maret mendatang. 

"Hal ini sebuah tantangan yang sangat berat untuk kita kedepan,’’ katanya.

Pihaknya meminta semua daerah, agar memberikan informasi yang jelas yang berasal dari BMKG. Hal ini bertujuan agar masyarakat siap.

"Lakukan apel kesiapsiagaan diseluruh wilayah sampai tingkat RT/RW untuk cek kesiapan. Mulai tempat pengungsian sementara, dapur lapangan, dan kebutuhan dasar lain," kata Dony Moenardo.


Editor : Umaya Khusniah