Diduga Jadi Penghasut Massa dalam Demo UU Cipta Kerja, 2 Mahasiswa di Ambon Jadi Tersangka

Antara ยท Rabu, 14 Oktober 2020 - 12:19 WIT
Diduga Jadi Penghasut Massa dalam Demo UU Cipta Kerja, 2 Mahasiswa di Ambon Jadi Tersangka
Ilustrasi tersangka (Agung Sulistyo/iNews)

AMBON, iNews.id - Dua oknum mahasiswa ditetapkan sebagai tersangka penghasut massa untuk bertindak anarkistis kepada petugas dalam demonstrasi tolak UU Cipta Kerja di kawasan Poka, Kecamatan Teluk Ambon, Senin (12/10/2020). Keduanya terancam pidana penjara selama tujuh tahun.

MR (23) dan HS (25) disangkakan melanggar Pasal 214 KUHP setelah penyidik Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease melakukan gelar perkara. Selain pasal tersebut, keduanya juga dijerat melanggar Pasal 160 KUHP yang ancaman hukuman enam tahun serta Pasal 212 KUHP, hukuman satu tahun penjara.

“Ditetapkannya MR dan HS sebagai tersangka setelah penyidik menemukan adanya bukti permulaan yang cukup terkait keterlibatan mereka sebagai penghasut bentrokan," kata Kasubag Humas Polresta, Ipda Isack Leatemia, Rabu (14/10/2020).

Awalnya tersangka MR dan HS bersama 11 orang lain diciduk polisi ketika terjadi aksi anarkistis dalam aksi demonstrasi menolak Undang-Undang Cipta Kerja. Kedua tersangka telah ditahan di rutan Mapolresta Pulau Ambon.

Sementara 11 rekan mahasiswa lain telah dipulangkan kepada keluarga masing-masing. Mereka tidak terbukti sebagai pemicu bentrokan dan penyerangan polisi.

Sebelumnya, aksi unjuk rasa mahasiswa di Kota Ambon terjadi secara bersamaan di beberapa titik. Di antaranya Kantor Gubernur Maluku, DPRD Provinsi Maluku, Jembatan Merah Putih dan depan Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon.

Polisi kemudian menahan 13 mahasiswa di dua lokasi berbeda setelah terjadi bentrokan. Sejumlah orang mengalami luka-luka dan dirawat di RS Bhayangkara.


Editor : Umaya Khusniah