Belasan Mahasiswa Pendemo UU Cipta Kerja Ditangkap, Polda Malut Dalami Peran saat Aksi

Antara ยท Rabu, 14 Oktober 2020 - 10:40:00 WIT
Belasan Mahasiswa Pendemo UU Cipta Kerja Ditangkap, Polda Malut Dalami Peran saat Aksi
Aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Ternate, Selasa, menolak pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker) berakhir ricuh. (Foto: Antara)

TERNATE, iNews.id - Belasan mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa menolak pengesahan UU Cipta Kerja di depan Kantor Wali Kota Ternate, Selasa (13/10/2020) ditangkap aparat Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara (Malut). Polisi lakukan pendataan, baik itu jumlah maupun peran saat ricuh.

"Belasan mahasiswa yang diamankan saat ini tengah menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik Dit Reskrimum Polda Malut atas kericuhan di depan Kantor Wali Kota," ujar Kabid Humas Polda Malut AKBP Adip Rodjikan, Selasa (13/10/2020).

Aksi mahasiswa masih diwarnai dengan pelemparan batu, pembakaran dan tindakan-tindakan yang kurang mencerminkan penyampaian pendapat umum secara tertib. Secara psikologi, saat orang berkelompok melakukan aksi, seharusnya menahan diri, agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

"Penyampaian aspirasi di muka umum membutuhkan proses dan harus mengutamakan keamanan dan ketertiban serta menghindari hal-hal yang menyebabkan kericuhan," katanya.

Kabid Humas menyampaikan instruksi jelas dari Kapolri harus mengedepankan sikap-sikap humanis. Tetapi kalau ada oknum anggota melakukan pelanggaran, tentunya harus diproses sesuai dengan ketentuan berlaku.

Dirinya mengakui aksi yang dihadiri ratusan mahasiswa itu, maka protokol kesehatan sulit dipatuhi. Dia pun berharap tidak ada klaster Covid-19 saat berdemo.

Aksi mahasiswa ini dikawal 600 lebih personel dari Polres Ternate dan Polda Malut. Aksi massa pum dapat dibubarkan.

Sebelumnya, Polres Kota Ternate, pulangkan sebanyak 28 mahasiswa yang diduga melakukan pengrusakan fasilitas umum ada aksi demo penolakan pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker) di depan kantor Wali Kota Ternate, pada Kamis (8/10/2020).

Ke-28 mahasiswa ini dipulangkan sementara dulu ke rumahnya masing-masing sejak Jumat (9/10/2020) lalu, karena sudah ditahan 1×24 jam. Namun proses pemeriksaan terkait dengan dugaan kerusakan fasilitas umum terus dilakukan penyidikan.


Editor : Umaya Khusniah