Kapolda NTT Irjen Pol Setyo Budiyanto saat beri keterangan penembakan DPO pengeroyokan di Belu. (Foto : iNews/Eman Suni)
Emanuel Kau Suni, Stevanus Dile Payong

BELU, iNews.id - Pemuda 18 tahun bernama Gerson Yaris Lau tewas ditembak polisi. Peristiwa penembakan terjadi di rumah kakek korban di Motamaro, Sukabitetek, Kecamatan Rai Manuk, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Selasa (27/9/2022).

Kapolda NTT Irjen Pol Setyo Budiyanto mengatakan, korban penembakan merupakan pelaku pengeroyokan yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Belu. Korban merupakan pemuda asal Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu.

“Sesuai laporan singkat dari Kapolres, warga yang tertembak itu masuk dalam DPO perkara pengeroyokan dan tertembak saat dilakukan penangkapan," katanya, Selasa (27/9/2022) malam.

Kapolda memerintahkan Kabid Propam Polda NTT untuk ke Belu mencari informasi pasti perkara tersebut. Apalagi diketahui, keluarga tak terima dengan tindakan polisi, bahkan mengarak jenazah korban dari rumah sakit ke Kantor DPRD setempat lalu menuju ke Polres Belu.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Ariasand mengatakan, kronologi kejadian bermula saat Kepala Unit intelkam Polsek Raimanuk memberikan informasi terkait keberadaan korban yang bersembunyi di Dusun Motamaruk, rumah dari kakeknya.

“Berdasarkan informasi tersebut, anggota Buser beserta anggota Satintelkam langsung menuju ke lokasi,” katanya.

Saat polisi tiba di lokasi, pelaku sedang berada di dalam rumah. Dia mengetahui polisi datang dan langsung melarikan diri. Anggota lalu mengejar dia dan meletuskan tiga kali tembakan peringatan.

Namun korban tetap melarikan diri ke arah menurun menuju lengong. Karena tembakan peringatan itu tidak diindahkan, polisi terpaksa mengarahkan senjata laras pendek ke arah kaki agar bisa dilumpuhkan.

“Namun pada saat ditembak itu, korban menunduk sehingga mengenai punggung belakang sebelah kanan,” ujarnya.

Setelah tertembak, korban langsung dibawa polisi untuk dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.

"Korban yang jatuh terkena peluru langsung ditolong anggota dengan membawanya ke rumah sakit, namun saat tiba sudah meninggal dunia," ucapnya.

Saat ini, seluruh anggota yang ikut dalam upaya penangkapan DPO telah diamankan di Mapolres Belu untuk dimintai keterangan.

Sementara Kapolres Belu AKBP Yoseph Krisbianto menyampaikan, Propam Polda NTT telah memeriksa Brigadir RRS yang menembak DPO pengeroyokan tersebut.

"Yang bersangkutan saat ini sudah diamankan dan sedang diperiksa tim Propam dari Polda NTT," ujar Kapolres, Rabu (28/9/2022).

Selain Brigadir RSS, delapan orang yang terlibat dalam pengejaran korban juga diperiksa. Mereka yakni tiga anggota Buser Satreskrim Polres Belu, 2 anggota Satintelkam Polres Belu dan dua anggota Polsek Tasifeto Timur. Selain memeriksa Brigadir RSS dan delapan polisi, Propam Polda NTT juga menyita senjata api yang dimiliki anggota tim Buser Satreskrim.


Editor : Donald Karouw

BERITA TERKAIT