Ilustrasi guru perempuan di Kupang dipukul siswanya di wajah hingga patah hidung. (Foto : Ist)
Antara

KUPANG, iNews.id - Guru perempuan Theresia Afrinsia Darna (53) memaafkan siswa yang telah memukulnya. Namun proses hukum tetap berjalan dan dia meminta anak didiknya diberi hukuman ringan.

Guru Theresia merupakan pengajar salah satu SMA di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dia awalnya didampingi rekan guru yang lain melaporkan anak didiknya ke polisi atas dugaan penganiayaan tersebut.

"Sebagai seorang guru dan seorang ibu saya sudah memaafkan. Saya berharap agar dia (tersangka) bisa diberi hukuman yang ringan," kata Theresia, Senin (26/9/2022).

Dia mengaku sudah memaafkan tersangka yang telah menganiayanya. Akibat pemukulan tersebut, tulang hidungnya patah, memar di pipi serta di bagian mata yang jadi buram penglihatannya.

Theresia sudah menjadi guru selama kurang lebih 15 tahun. Dia berharap tersangka kelak bisa menyelesaikan masa tahanannya di Lapas Anak, jika kasus ini sampai ke meja persidangan.

“Saya hanya berharap karena masih di bawah umur, dia kelak bisa ditahan dan menjalani hukuman yang ringan saja di Lapas Anak,” ucapnya.

Dia mengaku tak ingin mencabut laporan polisi atas perbuatan murid tersebut. Hal itu sebagai bagian dari pembelajaran kepada anak didiknya sehingga bisa memberikan efek jera tidak hanya bagi tersangka, namun siswa lainnya di sekolah.

Saat ini, Theresia yang sudah mulai masuk mengajar. Namun dia mengaku masih trauma dengan perbuatan anak didiknya tersebut.

Namun sebagai guru, Theresia harus tetap mengajar karena tak lama lagi sudah akan ada ujian mid semester. Murid-murid yang lainnya juga membutuhkan materi pembelajaran sehingga bisa mengikuti ujian dengan baik.

Diketahui, kasus penganiayaan ini dilaporkan korban ke Polsek Kelapa Lima melalui LP Nomor LP/B/202/IX/2022/Sektor Kelapa Lima, Rabu (21/9/2022). Berawal saat korban menjelaskan materi pelajaran kepada tersangka dan teman-temannya.

Saat itu tersangka hanya mengobrol dengan temannya dengan suara besar yang sangat mengganggu proses belajar mengajar di ruang kelas.

Korban kemudian menegurnya, namun saat ditegur tersangka tidak diterima. Dia menganiaya korban menggunakan kepalan tangan sebanyak satu kali ke arah wajah. Pukulan itu mengenai pangkal hidung korban sehingga mengeluarkan darah. 

Kapolresta Kupang Kombes Pol Rishian Krisna B saat dihubungi secara terpisah mengatakan, proses hukum seorang pelajar SMA berinisial RJD (17) yang melakukan penganiayaan terhadap gurunya di lingkungan sekolah tetap berjalan.

“Namun tidak ditahan di sel, karena tersangka masih dibawa umur,” kata kapolresta.


Editor : Donald Karouw

BERITA TERKAIT