Kejari Seram Bagian Barat (SBB), Maluku menghentikan tiga kasus pidana dengan restorative justice. (Foto: ANTARA)
Antara

AMBON, iNews.id - Kejaksaan Negeri (Kejari) Seram Bagian Barat (SBB) menghentikan tiga kasus pidana melalui mekanisme restorative justice. Salah satunya adalah kasus pencurian dengan tersangka ibu rumah tangga (IRT).

"Satu di antaranya adalah tindak pidana pencurian yang dilakukan seorang ibu rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan biaya pendidikan anaknya di sekolah," kata Kasi Penkum Kejati Maluku, Wahyudi Kareba, Kamis (4/8/2022).

Wahyudi menjelaskan, tersangka adalah JN. Dia mencuri perhiasan dan dompet milik MR yang berisi uang Rp350.000. Di tengah proses penanganan perkara, Kejari SBB melakukan mediasi antara pelaku dan korban yang akhirnya menyetujui perdamaian.

"Perkara ini dihentikan proses penuntutannya pada tanggal 8 Juli 2022 setelah korban dan pelaku setuju dilakukan perdamaian dan dituangkan dalam sebuah akte perdamaian," katanya.

Kasus kedua adalah penggelapan gaji dan tunjangan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kairatu sebesar Rp7.750.000, dengan tersangka SR yang merupakan Ketua BPD. 

Kasus ini juga dihentikan dengan perdamaian antara tersangka dan korban pada 22 Juni 2022.

Terakhir adalah kasus penganiayaan yang dilakukan tiga orang yaitu HM, MFR, dan AB terhadap korban FS (17). Keluarga korban dan ketiga pelaku dimediasi dan mencapai perdamaian.

"Penghentian penanganan perkara ini juga sudah mendapatkan persetujuan Jaksa Agung Muda bidang Tindak Pidana Umum Kejagung sesuai hasil gelar perkara oleh Kejati Maluku dan Kejari SBB," ujar Wahyudi.


Editor : Reza Yunanto

BERITA TERKAIT