Selain itu, Pangdam juga mengapresiasi kebersamaan antara Raja Pelauw dan Ori serta Kariuw dalam penyelesaian konflik, melalui proses rekonsiliasi, rekonstruksi dan rehabilitasi yang terus berjalan saat ini.
Dia berharap di akhir tahun 2022, penyelesaian konflik di Pulau Haruku dapat berakhir yang ditandai dengan pengembalian warga Kariuw ke negeri asalnya yang direncanakan pada 24 Desember mendatang. Kemudian agar konflik serupa tidak terjadi di waktu mendatang.
Dialog itu juga dihadiri Wakapolda Maluku Brigjen Pol Jan de Fretes, Ketua DPRD Provinsi Maluku Benhur G. Watubun, Danlantamal IX/Ambon Brigjen TNI Said Latuconsina, Kajati Maluku Edward Kaban, Uskup Diosis Amboina Mgr Seno Ngutra, Ketua MPH Sinode GPM Pendeta Elifas Maspaitella, dan Ketua MUI Maluku Abdullah Latuapo.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait