Motif gambar perahu di salah satu panel situs gua prasejarah Kel Lein Pulau Kaimear, Kecamatan Pulau-Pulau Kur, Kota Tual, Provinsi Maluku. (Foto: Antara/ Balai Arkeologi Maluku).

Selain itu proses pembuatan perahu sifatnya genetik, yakni pengetahuan melekat pada sistem bapak bukan ke ibu atau keluarga lainnya seperti paman.

Dia menjelaskan, kenapa terancam punah karena tidak semua pengetahuan pembuatan perahu bisa diikuti dan bisa hilang karena hal- hal sederhana yakni proses pengukuran, dan alat yang digunakan.

Alat yang digunakan seperti kapak, meskipun ada alat lain serta sejalan dengan perubahan adanya mesin yang mempercepat proses pembuatan perahu, membuat tradisi semakin pudar.

"Struktur genetiknya memang dari bapak ke anak, tetapi bisa saja dalam satu keluarga ada empat anak, tetapi yang memiliki keterampilan hanya satu atau dua orang yang bisa meneruskan," ucapnya.

Selain itu faktor pendukung lainnya yakni teknologi pembuatan perahu modern dari bahan fiber. Perubahan, lanjut dia tidak bisa dielakkan karena pasti akan terjadi, tetapi bagaimana kekuatan untuk tetap melestarikan melalui proses pencampuran antara perahu tradisional dan perahu modern.

Pihaknya merekomendasikan seluruh laporan penelitian dibuat dalam bentuk PDF dan visual dokumentasi 3D. Seiring perkembangan jaman, perahu tradisional mungkin tidak akan dibuat lagi, sehingga dibutuhkan dokumentasi visual proses pembuatan dan rekayasa model sebagai bahan koleksi di museum maritim, berkolaborasi dengan museum Siwalima Ambon.


Editor : Kurnia Illahi

Sebelumnya
Halaman :
1 2

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network