Warga Pulau Buru Rasakan Gempa M5,5, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami

Umaya Khusniah ยท Jumat, 07 Agustus 2020 - 16:17 WIT
 Warga Pulau Buru Rasakan Gempa M5,5, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Pusat gempa yang mengguncang Pulau Buru, Maluku. (Foto: Twitter)

JAKARTA, iNews.idGempa dengan magnitudo 5,5 mengguncang warga Pulau Buru, Maluku, Jumat (7/8/2020), sekitar pukul 10.00 WIB. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan gempa tidak memicu terjadinya tsunami.

Pusat gempa berada di kedalaman 10 km dan berada di pada 116 km Barat Daya Buru dan 169 km Barat Laut Buru Selatan. BMKG juga menginformasikan gempa yang terjadi di sekitar Pulau Buru memiliki kekuatan IV Modified Mercalli Intensity (MMI)

MMI merupakan satuan untuk mengukur kekuatan gempa bumi. Sedangkan skala IV menunjukkan warga yang berada di dalam dan luar rumah merasakan gempa, serta gerabah pecah, jendela atu pintu berderik dan dinding berbunyi.

Pantauan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, warga di Kabupaten Buru merasakan getaran gempa sedang sekitar 2-3 detik. Sementara warga di Buru Selatan sekitar 3-4 detik.

Pascagempa, Tim Reaksi Cepat (TRC) Buru Selatan masih mengumpulkan informasi terkait dampak gempa.

Sementara itu, analisa berdasarkan InaRISK, Kabupaten Buru memiliki 10 kecamatan dengan potensi bahaya gempa bumi pada kategori sedang hingga tinggi. Cakupan wilayah dengan potensi bahaya tersebut seluas 64.244 hektare dengan populasi terpapar sebanyak 86.945 warga.

Sedangkan Kabupaten Buru Selatan, wilayah ini memiliki cakupan wilayah yang lebih luas dilihat dari luas wilayah dengan potensi bahaya gempa bumi sedang hingga tinggi. Luas bahaya mencapai 84.082 hektare dengan populasi terpapar 33.736 warga yang berada pada empat kecamatan.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati megimbau warga untuk selalu waspada terhadap potensi gempa di wilayahnya. Khususnya saat ini masih menghadapi situasi pandemi Covid-19.

“Ingat, bahaya yang mematikan bukan gempa, tetapi bangunannya,” katanya Jumat (7/8/2020).

Dia meminta masyarakat mengidentifikasi struktur bangunan tempat tinggal. Selain itu juga diskusikan dengan keluarga tentang upaya terbaik untuk menghindar dari bencana.

“Lakukan bersama anggota keluarga untuk membuat rencana darurat keluarga, seperti posisi struktur bangunan yang kuat, tempat titik kumpul, akses keluar bangunan paling mudah dan aman,” katanya.


Editor : Umaya Khusniah