Usut Kasus Pembunuhan di Patani, Polres Halmahera Tengah Terjunkan Personel Brimob
TERNATE, iNews.id - Polres Halmahera Tengah menerjunkan anggota identifikasi serta brimob dalam kasus tragedi di Sungai Gowenly yang menewaskan tiga warga Patani. Tim identifikasi Polres Halteng yang dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Halmahera Tengah sudah berada di Patani untuk mengidentifikasi tiga korban meninggal.
Kepala Polres Halmahera Tengah, AKBP Nico A Setiawan mengatakan, pihaknya memberangkatkan 10 personel Brimob untuk membantu anggota di Patani. Sebelumnya, para korban selamat dan meninggal dunia sudah ditemukan.
Setiawan mengimbau masyarakat untuk menyerahkan penegakan hukum kasus ini kepada polisi. "Serahkan kepada kami untuk menyelidiki dan menyidik di lapangan," kata dia, Rabu (24/3/2021).
Dia menambahkan, autopsi terhadap korban meninggal tetap dilakukan. Ini untuk memastikan identitas korban, luka-luka yang terjadi, dan lain sebagainya.
Sebelumnya, Martawan (45 ), warga Patani Utara, bersama enam orang berangkat dari Desa Tepeleo menuju pertigaan jalan menuju km 05 Desa Masure, Kecamatan Patani Timur, Kabupaten Halmahera Tengah, Sabtu (20/3/2021).
"Pada saat kami sampai di pertigaan jalan Desa Masure, saya bersama empat orang teman menunggu di pertigaan jalan dan terjadi penyerangan," kata Martawan.
Sekitar pukul 14.30 WIT, personel gabungan TNI/Polri dan masyarakat tiba di TKP. Mereka menemukan tiga jenazah di tempat yang berbeda. Mereka bernama Anto dan Ucu yang ditemukan di lokasi yang sama. Sedangkan jenazah Risno ditemukan sekitar 12 km dari tempat itu.
Selanjutnya, tiga mayat yang susah dikenali itu langsung dipindahkan dengan cara memikul secara bergantian.
Editor: Umaya Khusniah