Tersentuh Kebaikan TNI, Warga Pulau Haruku Serahkan Senjata ke Kesdam XVI Pattimura

Antara · Rabu, 14 September 2022 - 22:48:00 WIT
Tersentuh Kebaikan TNI, Warga Pulau Haruku Serahkan Senjata ke Kesdam XVI Pattimura
Kepala Kesehatan Kodam XVI Pattimura Kolonel CKM Masri Sihombing saat menerima senjata api yang diserahkan warga Negeri Hulaliuw, Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah. (ANTARA/HO-Penerangan Kodam XVI/Pattimura)

AMBON, iNews.id - Seorang warga Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku menyerahkan sepucuk senjata api standar nonorganik kepada personel Kodam XVI/Pattimura. Senjata tersebut pernah digunakan saat konflik sosial di Provinsi Maluku tahun 1999.

"Senjatanya diserahkan seorang warga Negeri Hulaliuw, Pulau Haruku kepada personel Kesdam XVI Pattimura Kapten CKM Andrey F Kaihena," ujar Kepala Kesehatan Kodam XVI Pattimura Kolonel CKM Masri Sihombing, Rabu (14/9/2022).

Dia ikut bersama menjemput dan menerima secara langsung senjata bekas konflik tersebut. Dalam penyerahan yang dilakukan secara sukarela, warga Negeri Hulaliuw mengaku punya kedekatan dan kepercayaan dengan Kapten Andrey F Kaihena yang menjabat Kepala Urusan Personel Situud Rumkit Tk II Ambon Kesdam XVI/Pattimura.

"Kedekatan warga yang menyerahkan senjata berawal dari bantuan Kapten CKM Andrey Kaihena kepada anggota keluarganya yang sakit untuk dirujuk dan diobati di RST dr JA Latumeten beberapa waktu lalu. Dari situ komunikasi terus berlanjut dan akhirnya warga bersedia menyerahkan senjata," katanya.

Warga juga datang sendiri dan menginformasikan tentang senjata laras panjang standar yang disimpannya itu kepada Kapten Andrey. Dia mengaku sejak lama berkeinginan menyerahkan senjata tersebut.

"Saya juga dipertemukan dengan warga tersebut dan meyakinkan untuk tidak ragu dan takut menyerahkan senpi kepada negara melalui Kapten Andrey," ucapnya.

Menurutnya, dari hasil wawancara intelijen dan komunikasi sosial, warga yang identitasnya dirahasiakan itu mengaku telah menyimpan senjata sejak konflik Ambon tahun 2000.

"Alasan menyimpan senjata itu hanya untuk berjaga-jaga membela kampungnya karena pada saat itu masih sering terjadi konflik antardesa," ujar Sihombing.

Pangdam XVI Pattimura Mayjen TNI Ruruh Aris Setyawibawa mengapresiasi keberhasilan personel kesehatan Kodam XVI Pattimura menerima senjata ilegal dari masyarakat secara sukarela.

Editor : Donald Karouw

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: