SMK Dirgantara Akan Dibangun di Pulau Morotai, Hasil Kerja Sama Pemprov Malut dan TNI AU

Antara ยท Senin, 12 Oktober 2020 - 14:59:00 WIT
SMK Dirgantara Akan Dibangun di Pulau Morotai, Hasil Kerja Sama Pemprov Malut dan TNI AU
Pangkoopsau III, Marsda Novyan Samyoga bersama Gubernur Malut, Abdul Gani Kasuba meneken MoU pembangunan SMK Dirgantara Indonesia Timur di Pulau Morotai. (Foto: Antara)

TERNATE, iNews.id – Sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Dirgantara Indonesia Timur akan dibangun di Pulau Morotai, Maluku Utara (Malut). Berdirinya sekolah ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Malut dengan TNI AU.

"Kami telah menandatangani MoU bersama pemprov melalui Dikbud Malut untuk pembangunan SMK Dirgantara di Pulau Morotai,” kata Panglima Komando Operasi TNI AU (Pangkoopsau) III, Marsekal Muda (Marsda) Novyan Samyoga, Minggu (11/10/2020).

Dia menambahkan, sekolah ini akan menjadi sekolah unggulan satu-satunya di wilayah timur Indonesia. Pembangunan SMK Dirgantara satu-satunya di wilayah timur Indonesia ini bertujuan agar putra-putri Malut tidak perlu jauh-jauh ke daerah lain.

“Pembangunan gedung akan mulai tahun 2021. Sekolah ini akan dimasukkan di bawah naungan Yayasan Ardhyagarini," kata Novyan Samyoga usai menyaksikan terjun payung dalam meramaikan HUT Ke-21 Provinsi Malut di Gelora Kieraha Ternate.

Menurutnya, sekolah ini menjadi keroyokan Pemprov Malut, TNI-AU serta kerja sama dengan 10 kabupaten/kota. Pemkab dan pemkot tersebut akan mengirimkan perwakilan minimal 10 orang sebagai siswa terpilih dan berprestasi untuk menjadi generasi unggulan. Konsep penerimaan siswa melalui pemberian beasiswa dan akan dipekerjakan setelah lulus nanti.

Terkait tenaga pengajar, akan dikoordinasikan dengan Dikbud Malut agar mendapatkan guru berkualifikasi baik. Selain itu juga ada tenaga pengajar dari perwira terbaik TNI-AU sebagai instruktur dan pelatih dalam menanamkan kedisplinan.

Sementara itu, Gubernur Malut, Abdul Gani Kasuba menyatakan, selaku kepala daerah, dia sangat bangga, karena untuk pertama kalinya melihat penerjun payung di Malut sekaligus yang juga menandai dibukanya SMK Dirgantara.

“Dengan adanya SMK Dirgantara yang dibangun di Pulau Morotai nanti, akan membuka kesempatan putra-putri Malut bisa menjadi siswa di sekolah tersebut melalui MoU dengan TNI-AU sebagai kado istimewa bagi masyarakat daerah ini,” katanya.

Sementara itu, sejumlah penerjun handal yang diundang untuk memeriahkan HUT ke-21 Provinsi Malut mengaku senang bisa tampil di daerah tersebut. Salah seorang penerjun payung perempuan asal Sulawesi Utara (Sulut), Lieven Jolanda Tauge ketika dikonfirmasi menyatakan pertama kalinya terjun payung di Malut tanpa melakukan gladi, sehingga terasa grogi.

“Grogi tapi bangga, karena dengan adanya SMK Dirgantara bisa memotivasi putra-putri di Malut untuk mencintai kedirgantaran,” katanya.


Editor : Umaya Khusniah