Sidang Korupsi, Eks Bupati Buru Selatan Tagop Sudarsono Dituntut 10 Tahun Penjara

Antara · Jumat, 30 September 2022 - 17:10:00 WIT
Sidang Korupsi, Eks Bupati Buru Selatan Tagop Sudarsono Dituntut 10 Tahun Penjara
Mantan Bupati Buru Selatan dua periode Tagop Sudarsono Suolisa dituntut 10 tahun penjara oleh tim JPU KPK dalam persidangan di PN Tipikor Ambon. (Foto : ANTARA/Daniel)

AMBON, iNews.id - Mantan Bupati Buru Selatan dua periode Tagop Sudarsono Soulisa dituntut dengan hukuman 10 tahun penjara dalam perkara dugaan suap dan gratifikasi senilai Rp29 miliar. Tuntutan ini disampaikan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Ambon, Kamis (29/9/2022).

"Meminta Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 12 A UU RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2021 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat (1) dan pasal 64 ayat (1) KUHP," ujar Koordinator JPU KPK Taufiq Ibnugroho, Kamis (29/9/2022).

Sidang pembacaan tuntutan terhadap mantan Bupati Buru Selatan ini dipimpin Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Ambon Nanang Zulkarnain Faizal didampingi Jenny Tulak dan Anthonius Sampe Sammine selaku hakim anggota.

Terdakwa Tagop Sudarsono juga dituntut membayar denda sebesar Rp500 juta subsider satu tahun kurungan dan uang pengganti Rp27,5 miliar dikurangi sejumlah aset berupa bangunan, tanah dan mobil yang telah disita KPK.

"Harta benda terdakwa juga akan disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti dan apabila tidak mencukupi, terdakwa dihukum selama lima tahun penjara," kata jaksa.

Selain itu, mantan Bupati Buru Selatan periode 2011-2016 dan 2016-2021 juga dituntut dengan hukuman tambahan sesuai Pasal 12 B juncto pasal 18 UU Pemberantasan Tipikor berupa pencabutan haknya untuk dipilih sebagai pejabat publik.

Adapun hal yang memberatkan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi, kolusi dan nepotisme serta tidak mengakui perbuatannya.

Editor : Donald Karouw

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: