Siap-Siap, Kota Ambon Akan Terapkan PSBB pada 22 Juni

Antara ยท Kamis, 18 Juni 2020 - 06:22 WIB
Siap-Siap, Kota Ambon Akan Terapkan PSBB pada 22 Juni
Ilustrasi PSBB. (Foto: Istimewa)

AMBON, iNews.id - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Ambon, Maluku akan dimulai 22 Juni 2020. Usulan PSBB Kota Ambon melalui Pemerintah Provinsi Maluku telah disetujui Kementerian Kesehatan.

Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy mengatakan peraturan wali kota (perwali) yang mengatur PSBB juga sudah disiapkan. Selanjutnya, akan ada sosialisasi kepada masyarakat.

"Perwali yang mengatur PSSB telah siap. Kita segera sosialisasikan pelaksanaanya, sehingga pada waktunya dapat dijalankan dengan baik oleh seluruh masyarakat," katanya Rabu (17/6/2020).

Dia menambahkan, penerapan PSBB berlaku untuk tujuh pembatasan. Di antaranya kegiatan pendidikan dan aktivitas kerja, pembatasan kegiatan keagamaan, fasilitas umum, kegiatan sosial budaya, moda transportasi, dan pembatasan aspek pertahanan dan keamanan.

Ada sejumlah kebijakan yang diperhatikan selama PSBB. Di antaranya operasional pasar dan pertokoan terutama gerai seperti Indomaret, Alfamidi dan swalayan lainnya.

Saat pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM), gerai swalayan dan minimarket diberikan kebijakan operasional hingga pukul 21.00 WIT. Selain itu per kecamatan hanya boleh ada tiga gerai.

Namun saat penerapan PSBB nanti, tidak ada lagi gerai yang beroperasi 24 jam. Semua toko akan ditutup pukul 20.00 WIT.

"Tidak ada lagi kompromi atau pilih kasih izin operasional swalayan. Semua akan dibatasi pukul 20.00 WIT guna menekan laju perkembangan dan penyebaran Covid-19 di Kota Ambon," ujarnya.

Sedangkan untuk operasional pasar tradisional, setelah melalui pertimbangkan, maka jam operasional akan dibatasi pukul 18.00 WIT. Pada massa PKM sebelumnya, pasar tradisional dibatasi sampai pukul16.00 WIT.

"Kebijakan tersebut bukan karena tekanan masyarakat, tetapi berdasarkan kajian realistis analisa transportasi umum yang berativitas di Terminal Mardika," katanya.

Richard mengatakan, pembatasan operasional pasar berdampak pada tidak masuknya angkutan umum ke Terminal Mardika. Hal ini berdampak pada terminal bayangan dalam pusat kota.

"Kebijakan pembatasan angkutan umum juga diberlakukan bukan hanya sistem ganjil genap, tetapi akan berlaku shift A, B dan C, sesuai jumlah kendaraan di setiap trayek," katanya.


Editor : Umaya Khusniah