Puluhan Burung Endemik Pulau Seram Dilepasliarkan di TN Manusela Maluku Tengah

Antara ยท Kamis, 23 Juli 2020 - 15:37 WIB
Puluhan Burung Endemik Pulau Seram Dilepasliarkan di TN Manusela Maluku Tengah
Pelepasliaran hewan endemik Pulau Seram. (Foto: Antara)

AMBON, iNews – Puluhan satwa liar endemik Pulau Seram yang dilindungi Undang-Undang dilepasliarkan di Kawasan Konservasi Taman Nasional (TN) Manusela Maluku Tengah, Kamis (23/7/2020). Pelepasliaran hewan ini dilakukan oleh Balai Konservasi Sumber Alam (BKSDA).

Hewan yang dilepasliarkan di antarannya dua ekor Kasuari Gelambir Ganda (Casuarius casuarius), dua ekor ekor Nuri Maluku (Eos bornea), empat ekor Kasturi Tengkuk Ungu (Lorius domicella), delapan ekor Kakatua Maluku (Cacatua moluccensis), dan 12 ekor Perkici Pelangi (Trichoglossus haematodus).

“Puluhan burung yang dilepasliarkan tersebut merupakan satwa hasil sitaan, temuan dan penyerahan secara sukarela,” kata Polhut BKSDA Maluku, Seto.

Dia mengatakan, burung- burung tersebut telah menjalani proses karantina dan rehabilitasi di Kandang Transit Seksi Konservasi Wilayah II Masohi dan Pusat Rehabilitasi Satwa (PRS) Masihulan.

pelepasliaran dilakukan petugas dari SKW II Masohi dan disaksikan langsung oleh kepala SPTN I Wahai, kepala resor Masihulan dan staf PRS Masihulan.

Kawasan konservasi TN Manusela dipilih sebagai lokasi pelepasliaran satwa dikarenakan merupakan habitat asli dari burung-burung tersebut. Selain itu potensi sumber makanan yang melimpah serta kondisi hutan yang masih sangat terjaga, diharapkan dapat membuat burung-burung tersebut dapat bertahan hidup dan jauh dari gangguan, khususnya para pemburu liar.

"Upaya ini sekaligus menjadi pembelajaran agar kita tidak boleh sembarangan melakukan peredaran satwa liar, sekali pun tidak dilindungi karena ada ketentuan yang membatasinya, " ujarnya.


Editor : Umaya Khusniah