get app
inews
Aa Text
Read Next : Breaking News: Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Tanimbar Maluku

Petani Rumput Laut di Wilayah Terluar Maluku Menjerit Butuh Bantuan Modal Usaha

Rabu, 14 April 2021 - 14:50:00 WIT
Petani Rumput Laut di Wilayah Terluar Maluku Menjerit Butuh Bantuan Modal Usaha
Salah satu petani memperlihatkan rumput laut yang dibudidayakan. (Foto: Antara)

AMBON, iNews.id - Para petan‏i rumput laut di wilayah terluar Provinsi Maluku sangat membutuhkan bantuan modal usaha dari perbankan untuk pengembangan usaha. Salah satunya petani rumput laut di kawasan Larat, Kabupaten Kepulauan Tanimbar hingga daerah lain di Kabupaten Maluku Barat Daya.

Hal ini disampaikan Komisi III DPRD Maluku, Anos Yeremias, Rabu (14/4/2021). Dia berharap ada bantuan berupa dana bergulir dari perbankan untuk para petani tersebut.

"Minimal ada bantuan dana bergulir seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari perbankan kepada mereka, agar menunjang usaha para petani rumput laut di wilayah itu," katanya. 

Dia menjelaskan, kebutuhan dana bantuan seperti KUR minimal Rp25 juta dengan sistem pengembalian bertahap dan bunga bank yang tidak memberatkan petani. Dengan demikian, mereka akan sangat terbantu. 

“Dana pinjaman selanjutnya dapat digunakan untuk membeli bibit hingga peralatan penunjang usaha,” katanya.

Anos menambahkan, komisi sudah pernah menyampaikan aspirasi ini kepada pihak perbankan, khususnya PT Bank Maluku-Malut selaku BUMD milik pemprov. Untungnya hal tersebut cukup mendapatkan respons positif.

"Salah satu BUMD ini memiliki kantor cabang pembantu di wilayah Kepulauan Tanimbar serta Kabupaten MBD. Kami mintakan pegawai banknya bisa melakukan survei lapangan," kata Anos yang juga Ketua F-Partai Golkar DPRD Maluku ini.

Tujuan dilakukan survei oleh petugas bank ini sangat strategis bagi mereka agar bisa melihat sendiri bagaimana potensi komoditi rumput laut yang dikembangkan di sana. Termasuk kualitas maupun prospek pemasarannya. 

Selama ini, petani rumput laut hanya bisa menjual hasil panen mereka kepada para pedagang yang masuk ke Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Kabupaten Maluku Barat Daya. Sayangnya, harga pembelian rendah, padahal di pasaran bisa mencapai Rp20.000 per kilogram.

“Sekarang sudah ada kapal tol laut yang masuk ke dua kabupaten itu, sehingga para petani rumput laut bisa memanfaatkan peluang kembalinya kapal ke wilayah barat Indonesia dapat mengangkut hasil produks untuk dijual di Surabaya, Jatim,” katanya.

Dia mencontohkan untuk ikan beku dari nelayan atau pengusaha di Larat, Kecamatan Tanimbar Utara misalnya, sudah beberapa kali memanfaatkan peluang ini dengan menjual hasil lautnya ke Surabaya.

"Jadi kapal tol laut tidak kembali dalam keadaan kosong ke Pulau Jawa karena peti kemasnya sudah terisi berbagai hasil komoditas andalan daerah. D antaranya ikan beku, rumput laut, biji kacang mete atau pun kopra," kata Anos.

Editor: Umaya Khusniah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut