Penipu Orang Tua Casis Polri yang Catut Nama Pejabat Polda Maluku Terdeteksi di Sulsel
AMBON, iNews.id - Polda Maluku menangani kasus penipuan dengan modus meluluskan calon siswa (Casis) Polri dengan membayar uang Rp50 juta. Pelaku menelepon salah satu orang tua casis Polri yang menjadi korban dengan mencatut nama pejabat Polda Maluku yakni Karo SDM.
Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol M Roem Ohoirat mengatakan, saat ini polisi sudah menangani kasusnya. Pelaku diketahui menghubungi orang tua casis Polri dengan nomor HP 082196869055. Setelah dicek, yang bersangkutan bernama Samaila.
“Hasil penyelidikan sementara terungkap kalau pelaku penipuan yang mengatasnamakan Karo SDM Polda Maluku terdeteksi berada di Sulawessi Selatan,” ujar Roem, Selasa (23/5/2023).
Dia mengaku saat ini Polda Maluku juga sudah berkoordinasi dengan Polda Sulawesi Selatan. Sebab lokasi pelaku terdeteksi berada di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Menurutnya, korban tertipu setelah dijanjikan kalau anaknya yang telah dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) atau tidak lulus, dapat diluluskan. Syaratnya, korban harus mentransfer sejumlah uang.
"Pelaku ini mencatut nama Karo SDM dan sebagainya. Mereka meminta uang agar casis yang tidak lulus bisa diluluskan. Orang tua casis juga sangat cepat percaya," katanya.
Ohoirat menekankan, casis yang sudah dinyatakan tidak lulus, tidak akan mungkin mengikuti tahapan berikutnya meski telah membayar sejumlah uang sekalipun.
"Jadi jangan sampai tertipu kalau ada orang yang mengaku bisa kembali meluluskan orang yang sudah tidak lulus sebelumnya. Karena sistem yang bergulir saat ini terhubung langsung dengan pusat (Mabes Polri)," ucapnya.
Dia kembali mengimbau kepada para orang tua maupun casis Polri agar tidak mudah tertipu dengan berbagai upaya penipuan yang mulai dilakukan orang tak bertanggung jawab.
"Sejak awal kami selalu mengingatkan kepada para orang tua, baik saat penandatangan pakta integritas dan pada kesempatan lainnya agar bisa percaya diri sendiri dan jangan meminta bantuan orang lain, namun hal ini masih saja terjadi. Kami berharap ke depannya hal ini tidak ada lagi," ujar Roem.
Editor: Donald Karouw