Pengunggah Candaan Gus Dur Diperiksa Polisi, GUSDURian Tulis Tagar Indonesia Darurat Humor

Felldy Utama, Antara ยท Jumat, 19 Juni 2020 - 00:51 WIB
Pengunggah Candaan Gus Dur Diperiksa Polisi, GUSDURian Tulis Tagar Indonesia Darurat Humor
Wakapolres Kepulauan Sula Kompol La Ode Arifin Buri saat konferensi pers penghentian kasus akun facebook hina polisi. (Foto: Antara)

TERNATE, iNews.id – Polres Kepulauan Sula (Kepsul), Maluku Utara banjir kritikan terkait sikapnya yang dinilai berlebihan karena memeriksa Ismail Ahmad, pengunggah humor Gus Dur soal polisi jujur di media sosial. Kritikan itu salah satunya datang dari Jaringan GUSDURian. Bahkan, muncul tagar #IndonesiaDaruratHumor.

“Gara-gara unggah humor Gus Dur, seorang warga di kepulauan sula, maluku utara dipanggil polres setempat. Kasus ini seakan menegaskan bahwa saat ini #IndonesiaDaruratHumor. Hal ini patut disayangkan karena kehidupan masyarakat kita lekat dg lelucon,” tulis akun @GUSDURians dikutip iNews.id, Kamis (18/6/2020).

Menyikapi kasus itu, Jaringan GUSDURian menyampaikan empat pernyataan sikap yang ditandatangani Koordinator Jaringan GUSDURian Alissa Wahid.

Berikut empat poin pernyataan sikap GUSDURian

1.  Mengapresiasi Ismail Ahmad yang menggunakan hak konstitusionalnya sebagai warga negara dengan cara mengekspresikan dan menyatakan pendapatnya melalui platform media sosial.

2. Meminta aparat penegak hukum untuk tidak mengintimidasi warga negara yang mengekspresikan dan menyatakan pendapat melalui media apa pun.

3. Meminta lembaga legislatif untuk mengevaluasi, merevisi, dan/atau bahkan menghapus UU ITE yang sering disalahgunakan untuk membungkam kebebasan berpendapat dan berekspresi di Indonesia.

4. Mengajak kepada seluruh GUSDURian dan masyarakat Indonesia untuk terus mendukung iklim demokrasi yang sehat, salah satunya dengan terus membuka ruang kritik yang membangun tanpa merasa terancam.

“Semoga ke depan kasus seperti yang dialami Ismail tidak lagi terjadi. Kita bisa meniru sikap Kapolri 2016-2019 yang bisa mengambil pelajaran dari humor tersebut. Agar kita bisa mencegah #DemokrasiMundur di negara tercinta ini,” tulis @GUSDURians.

Kapolda Malut Irjen Pol Rikwanto telah memberi teguran kepada Polres Sula. Teguran tersebut terkait dengan pemanggilan Ismail Ahmad warga Kepulauan Sula karena mengunggah lelucon Gus Dur tentang polisi jujur.

"Saya telah menegur personel Reskrim Polres Kepsul, kemudian saya perintahkan Ditkrimsus Polda Malut arahkan penyidik di Kepsul agar bisa membedakan mana yang masuk dalam kategori kasus melanggar UU ITE dan mana informasi milik masyarakat, kritikan," kata Kapolda, Kamis (18/6/2020).

Sesuai dengan pertimbangannya, postingan seorang warga Kepsul bernama Ismail Ahmad di Facebook itu bukan masalah dan tidak perlu diproses hukum.

Wakapolres Kepsul Kompol La Ode Arifin Buri mengatakan, kasus Ismail Ahmad yang mengunggah lelucon Gus Dur tentang polisi jujur dalam statusnya di Facebook sekitar pukul 11.30 WIT sudah dihentikan.

Wakapolres mengemukakan bahwa terlapor telah meminta maaf secara terbuka melalui konferensi pers di Polres Kepsul.

Terlapor berinsial IA sebelumnya diamankan ke Polres Kepsul, Jumat (12/6/2020) lalu, terkait dengan dugaan tindak pidana pencemaran nama baik melalui Facebook. Saat itu, dia mengunggah postingan di dinding Facebook-nya soal lelucon Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yakni, “Hanya ada tiga polisi jujur di Indonesia: Patung polisi, polisi tidur, dan Jenderal Hoegeng”.


Editor : Kastolani Marzuki