Ditegur Kapolda Malut, Polres Sula Hentikan Kasus Penghina Polisi

Antara ยท Jumat, 19 Juni 2020 - 00:08 WIB
Ditegur Kapolda Malut, Polres Sula Hentikan Kasus Penghina Polisi
Wakapolres Kepulauan Sula Kompol La Ode Arifin Buri saat konferensi pers penghentian kasus akun facebook hina polisi. (Foto: Antara)

TERNATE, iNews.id - Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Sula (Kepsul), Maluku Utara, menghentikan kasus penyelidikan penghinaan polisi melalui media sosial Facebook dengan terlapor dua pemilik akun Ismail Ahmad (IA) dan RL. Penghentian kasus itu setelah Polres Sula mendapat teguran keras dari Kapolda Maluku Utara Irjen Pol Rikwanto.

Terlapor berinsial IA sebelumnya diamankan ke Polres Kepsul, Jumat (12/6/2020) lalu, terkait dengan dugaan tindak pidana pencemaran nama baik melalui Facebook.

Kapolda Malut Irjen Pol Rikwanto telah memberi teguran kepada Polres Sula. Teguran tersebut terkait dengan pemanggilan Ismail Ahmad warga Kepulauan Sula karena mengunggah lelucon Gus Dur tentang polisi jujur.

"Saya telah menegur personel Reskrim Polres Kepsul, kemudian saya perintahkan Ditkrimsus Polda Malut arahkan penyidik di Kepsul agar bisa membedakan mana yang masuk dalam kategori kasus melanggar UU ITE dan mana informasi milik masyarakat, kritikan," kata Kapolda.

Sesuai dengan pertimbangannya, postingan seorang warga Kepsul bernama Ismail Ahmad di Facebook itu bukan masalah dan tidak perlu diproses hukum.

Wakapolres Kepsul Kompol La Ode Arifin Buri mengatakan, IA mengunggah lelucon Gus Dur tentang polisi jujur dalam statusnya di Facebook sekitar pukul 11.30 WIT.

Menyinggung terlapor RL, Kompol La Ode Arifin Buri menjelaskan bahwa polisi mengamankan yang bersangkutan pada hari Rabu (10/6/2020) atas dugaan penyebaran informasi bohong (hoaks) kepada masyarakat Kepulaun Sula melalui akun Facebook.

Menurut pengakuan RL, postingan-nya berdasarkan hasil penelitian lisan bersama teman-teman dengan kesimpulan bahwa Covid-19 di Kepsul hanyalah bohong.

Karena itu, lanjut Wakapolres, terlapor IA dijerat Pasal 45 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, sedangkan RL disangkakan dengan Pasal 45 A Ayat 1 UU ITE.

Menyinggung soal penghentian penyelidikan atas kasus tersebut, Wakapolres mengemukakan bahwa terlapor telah meminta maaf secara terbuka melalui konferensi pers di Polres Kepsul.


Editor : Kastolani Marzuki