Pascagempa Ambon, Warga Panik Lantai Rumahnya Keluarkan Hawa Panas

Antara · Senin, 07 Oktober 2019 - 23:22 WIT
Pascagempa Ambon, Warga Panik Lantai Rumahnya Keluarkan Hawa Panas
Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Maluku membangun sarana MCK darurat bagi para pengungsi korban gempa bumi di lokasi pengungsian Desa Waai, Pulau Ambon, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Sabtu (5/10/2019). (Foto: Antara)

AMBON, iNews.id – Warga Desa Wayame, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Provinsi Maluku, panik menyusul keluarnya hawa panas dari lantai rumah mereka, Senin (7/10/2019). Peristiwa itu terjadi pasca-gempa Ambon Magnitudo 6,5 yang terjadi pada 26 September 2019 lalu.

Hawa panas itu keluar dari lantai rumah keluarga Hupatea yang berada di blok 2 Nomor 5 kompleks perumahan BTN Wayame.

Selain rumah keluarga Hutapea, diketahui lantai ruangan kantor Satuan Kerja Wilayah Balai Jalan PPK V yang berada di blok 2 komplek perumahan BTN Wayame juga mengalami hal yang sama, dengan titik sebaran hawa panas yang lebih banyak.

Pemilik rumah, Christin Hutapea (53) mengatakan, lantai ruang keluarga mulai mengeluarkan hawa panas dengan suhu yang cukup tinggi sesaat setelah gempa terjadi, dan tak kunjung mereda hingga kini.

Semula, dia dan keluarga menduga hawa panas tersebut disebabkan oleh adanya gangguan listrik, tetapi setelah memadamkan aliran listrik di rumahnya, hawa panas masih tetap terasa.

“Mulai panas sejak gempa itu dan suhunya belum turun sampai sekarang. Tadinya kami kira itu ada hubungannya dengan aliran listrik, tapi lantainya masih tetap panas walau listrik sudah dipadamkan,” katanya.

Kendati luasan hawa panas tidak mencapai keseluruhan lantai ruang keluarga, kejadian ini membuat keluarga Hutapea merasa panik dan waswas akan akan terjadi sesuatu pada bangunan rumah mereka.

Peristiwa yang tidak biasa tersebut, kata Christin, sudah dilaporkan ke Pusat Penelitian Laut Dalam (P2LD) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dan mereka mengirimkan satu peneliti untuk mengambil data.

"Panasnya tidak di keseluruhan lantai ruang keluarga, tapi kami agak takut juga. Tadi sudah ada peneliti LIPI yang datang mengukur suhunya, katanya panas lantai mencapai 42 derajat Celcius," ucap Christin.

Ahli geologi dari P2LD LIPI Fahreza Sasongko yang sementara meneliti mengenai dampak gempa tektonik magnitudo 6,5 di Ambon, saat dihubungi mengakui seorang peneliti sudah diturunkan ke rumah keluarga Hutapea untuk mengambil data awal.

"Tadi, karena saya tidak sempat jadi ada teman yang sudah ke sana untuk mengambil data awal. Sore ini saya akan ke sana lagi untuk memeriksa lebih lanjut, hasilnya akan kami konfirmasi," kata Fahreza.


Editor : Kastolani Marzuki