get app
inews
Aa Text
Read Next : Puan soal Pembubaran Nobar Film ‘Pesta Babi’: Kalau Hal Sensitif di Masyarakat, Harus Diantisipasi

Nobar Film 'Pesta Babi' di Unkhair Ternate Dibubarkan TNI, AJI Protes Keras 

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:38:00 WIT
Nobar Film 'Pesta Babi' di Unkhair Ternate Dibubarkan TNI, AJI Protes Keras 
Kegiatan onton bareng film dokumenter Pesta Babi di Universitas Khairun ternate, Maluku Utara, dibubarkan paksa TNI. (Foto: iNews)

TERNATE, iNews.id – Aparat TNI kembali menghentikan kegiatan nonton bareng (nobar) dan diskusi film dokumenter berjudul Pesta Babi di Kota Ternate, Maluku Utara, Selasa (12/5/2026) malam. Kali ini, pembubaran dilakukan terhadap kegiatan yang digelar oleh mahasiswa Universitas Khairun (Unkhair) Ternate.

Kedatangan sejumlah personel TNI ke Sekretariat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pencinta Alam tersebut sempat memicu ketegangan. Adu argumen antara mahasiswa dan aparat tidak terhindarkan di lokasi kegiatan. 

Aparat TNI menyatakan bahwa penghentian aktivitas nobar tersebut dilakukan karena kegiatan tersebut dianggap tidak memiliki izin resmi. Selain itu, aparat menilai judul dan isi film dokumenter tersebut sensitif sehingga berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. 

Insiden ini merupakan kali kedua pemutaran film Pesta Babi dihentikan oleh aparat TNI di Kota Ternate dalam waktu berdekatan. Sebelumnya, pada 8 Mei lalu, kegiatan serupa yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Ternate bersama Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) di kawasan Benteng Oranje juga dibubarkan paksa. 

Ketua AJI Ternate, Yunita Kaunar, mengecam keras tindakan berulang yang dilakukan oleh aparat. Dia menilai pembubaran diskusi dan pemutaran film tersebut merupakan bentuk intimidasi terhadap kegiatan sipil serta pemberangusan kebebasan berekspresi. 

"Pemutaran film dan diskusi adalah hak publik yang dijamin oleh konstitusi. Kami sangat menyayangkan tindakan aparat yang terus-menerus menghalangi ruang ruang akademik dan ruang diskusi warga," kata Yunita Kaunar, Rabu (13/5/2026).

Pihak penyelenggara menekankan bahwa film dokumenter tersebut merupakan karya jurnalistik dan lingkungan hidup yang bertujuan untuk edukasi, bukan untuk memicu konflik. Hingga berita ini diturunkan, aksi pembubaran ini menjadi sorotan tajam dari berbagai organisasi masyarakat sipil di Maluku Utara.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut