Megawati Beberkan Kisah Bung Karno, Kesulitan Menunggang Kuda untuk Inspeksi Pasukan

Dimas Choirul · Senin, 07 Juni 2021 - 00:36:00 WIT
Megawati Beberkan Kisah Bung Karno, Kesulitan Menunggang Kuda untuk Inspeksi Pasukan
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menghadiri peresmian patung Bung Karno. Foto: Istimewa

JAKARTA, iNews.id - Megawati Soekarnoputri membeberkan kisah lucu mengenai Bung Karno yang didapat dari ibunya, Fatmawati. Bung Karno tidak bisa menunggang kuda untuk menginspeksi pasukan dalam rangka HUT Angkatan Bersenjata.

Bukan Bung Besar namanya jika tidak bisa mencari akal. Bung Karno minta dicarikan kuda jinak untuk menutupi kelemahannya itu, namun sikap tersebut justru membuat panik Fatmawati.

"Waktu itu saya dengar cerita Ibu saya sangat panik. Seperti apa yang dikatakan tidak tahu menunggang kuda, menurut cerita ibu saya, maka beliau minta untuk dicarikan kuda yang jinak," kata Megawati dalam acara peresmian patung Bung Karno naik kuda di Kementerian Pertahanan (Kemhan), Minggu (6/6/2021).

Menurut Mega, kisah itu sangat menggelitik. Pasalnya, sebagai panglima angkatan perang seharusnya Bung Karno menunggangi kuda yang gahar untuk menginspeksi pasukan.

"Jadi tidak dapat saya bayangkan mendengar cerita ibu saya itu bagaimana seorang Panglima Tertinggi kudanya itu jinak. Tentunya, seharusnya garang, menurut saya," kata Presiden RI ke-5 sekaligus Ketua Umum PDIP itu sambil tersenyum.

Hadir dalam acara peresmian patung ini Menhan Prabowo Subianto, Kepala BIN Budi Gunawan, Menteri Kelautan dan Perikanan Wahyu Sakti Trenggono dan Sekretaris Jenderal DPP PDI PerjuanganHasto Kristiyanto. Prananda Prabowo, putra dari Mega, ikut hadir mewakili keluarga.

Mega melanjutkan, usai lancar menunggang kuda, Sang Proklamator  memeriksa pasukan angkatan bersenjata yang saat ini menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Dia berterima kasih atas penghargaan berupa patung Soekarno menunggang kuda dari Kemhan.

"Lalu setelah bisa menunggang kuda memeriksa persiapan prajurit TNI dalam sebuah peringatan hari angkatan perang yang sekarang menjadi TNI 5 Oktober, atas nama keluarga besar Bung Karno mengucapkan terima kasih," katanya. 

Editor : Erwin Sihombing