Laki-Laki Pengintip Istri Orang di Ambon Divonis Penjara usai Memperkosa Lansia

Antara ยท Jumat, 29 Mei 2020 - 08:17 WIB
Laki-Laki Pengintip Istri Orang di Ambon Divonis Penjara usai Memperkosa Lansia
Ilustrasi vonis. (Foto: Istimewa)

AMBON, iNews.id - Seorang pemerkosa perempuan lanjut usia (lansia) divonis hukuman lima tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Maluku. Putusan majelis hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Ambon, Chaterina Lesbata yang meminta terdakwa divonis delapan tahun penjara.

Abraham Apono (34) dihukum penjara setelah memperkosa lansia di Desa Porto Hitupu, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah. Peristiwa ini terjadi tahun lalu.

"Menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah melanggar Pasal 285 KUHP, dan menjatuhkan hukuman penjara selama lima tahun," kata Ketua Majelis Hakim, Jimmy Wally didampingi Ronny Felix Wuisan dan Jenny Tulak selaku hakim anggota, dalam sidang putusan di PN Ambon, Kamis (28/5/2020).

Hal yang memberatkan terdakwa dihukum penjara, karena perbuatannya telah menimbulkan trauma dan rasa malu dialami korban dan keluarganya. Sedangkan yang meringankan adalah terdakwa bersikap sopan, mengakui perbuatannya dan yang bersangkutan belum pernah dihukum.

Atas putusan tersebut, baik terdakwa melalui penasihat hukumnya Alfred Tutupary dan Peny Tupan dari LBH Humanum Maluku maupun JPUmenyatakan menerima.  Putusan majelis hakim ini akhirnya dinyatakan sudah berkekuatan hukum tetap.

Menurut JPU, laki-laki yang berprofesi sebagai tukang ojek ini melakukan aksinya dalam kamar korban, 25 April 2019 sekitar pukul 00.30 WIT.

Saat itu, korban sedang tidur, sedangkan suaminya berada di kamar yang lain. Pelaku tiba-tiba datang langsung memperkosa korban.

"Korban sempat melawan dan meronta, namun terdakwa yang sudah dikenali ini langsung menutup mulutnya dengan bantal. Korban masih tetap meronta hingga terdakwa membungkam mulut serta mencekik leher dan membuat korban takut dibunuh," ujar JPU.

Usai kejadian, terdakwa langsung pergi. Korban menangis histeris, sehingga orang lain datang menolongnya. Korban pun menjelaskan peristiwa tersebut berikut identitas terdakwa.

Terdakwa juga dikenal mempunyai kelainan karena sering mengintip istri orang dan mencuri. Namun kasus ini selalu diselesaikan dengan perdamaian di kantor polisi. Hal ini membuat terdakwa kembali melakukan aksinya.


Editor : Umaya Khusniah