Korupsi Dana Covid-19, Sekda Flores Timur dan Kepala BPBD Ditetapkan Tersangka

Antara · Kamis, 15 September 2022 - 19:47:00 WIT
Korupsi Dana Covid-19, Sekda Flores Timur dan Kepala BPBD Ditetapkan Tersangka
Penyidik Kejari Flores Timur menahan tersangka AHB, Kepala BPBD Flores Timur terkait kasus dugaan korupsi dana Covid-19 tahun 2020. (ANTARA/HO-Kejaksaan Tinggi NTT)

KUPANG, iNews.id - Sekretaris Daerah Kabupaten Flores Timur berinisial PIG ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengelolaan anggaran percepatan penanganan Covid-19 tahun 2020. Akibat perbuatannya merugikan keuangan negara senilai Rp1,56 miliar lebih.

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT) Abdul Hakim mengatakan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Flores Timur telah menetapkan tiga orang tersangka, termasuk Sekda Flores Timur PIG dalam kasus korupsi dana Covid-19.

"Satu dari ketiga tersangka telah ditahan penyidik kejaksaan," ujar Abdul, Kamis (15/9/2022).

Dia mengatakan, ketiga tersangka yakni PLT selaku Bendahara Pengeluaran Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), AHB (Kepala Pelaksana BPBD) dan PIG (Sekda).

Abdul mengatakan, penyidik tindak pidana korupsi Kejari Flores Timur telah melakukan penahanan terhadap AHB setelah diperiksa dalam status sebagai tersangka, Kamis (15/9/2022).

Tersangka AHB ditahan penyidik selama 20 hari di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Larantuka mulai 15 September hingga 4 Oktober 2022. Sementara pemeriksaan terhadap dua tersangka lain, yakni PLT dan PIG dijadwalkan pada pekan depan.

Kasus dugaan korupsi pengelolaan dana Covid-19 di Kabupaten Flores Timur bermula saat dilakukan refocusing kegiatan dan realokasi anggaran untuk percepatan penanganan Covid-19. Kantor BPBD Kabupaten Flores Timur mendapat alokasi anggaran dana belanja tidak terduga sebesar Rp6,5 miliar untuk penanganan darurat bencana.

Editor : Donald Karouw

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: