Kabar Baik, Harga Cabai dan Bawang di Ambon Terpantau Turun

Antara ยท Jumat, 10 Juli 2020 - 12:32 WIT
Kabar Baik, Harga Cabai dan Bawang di Ambon Terpantau Turun
Ilustrasi pedagang cabai. (Foto: iNews.id/Tata Rahmanta)

AMBON, iNews.id - Harga bawang dan cabai di pasar tradisional Kota Ambon, Maluku bergerak turun dibanding dua hari sebelumya. Penurunan harga ini berkisar antara Rp3.000 hingga Rp10.000 per kilogram (kg).

Sepeeti terpantau di Pasar Mardika, Batu Merah dan Lama, Ambon, Jumat (10/7/2020), harga cabai merah mencapai Rp 60.000 per kg. Padahal sebelumnya, harganya mencapai Rp70.000 per kg.

Sedangkan cabai keriting panjang masih bervariasi antara Rp50.000 hingga Rp55.000 per kgm. Untuk eceran Rp7.000/cupa (ukuran satu kaleng susu kental manis), dan Rp3.000 per tumpuk kecil.

Harga bawang merah juga turun menjadi Rp45.000 per kg. Padahal harga sebelumnya Rp50.000 per kg.

Bahkan ada pula yang bahkan ada yang menjual Rp40.000 per kg. Hal itu sesuai dengan kualitas bawang.

Harga bawang putih juga juga mengalami penurunan menjadi Rp24.000 hingga Rp25.000. Sebelumnya, harga komoditas ini Rp27.000 per kg.

Pedagang Pasar Mardika, Dullah mengatakan, harga cabai merah maupun cabai keriting memang terjadi perubahan turun hanya saja tidak merata. Hal ini disebabkan karena hasil pembelian dari para petani juga tidak sama di sentra-sentra produksi.

"Jadi harus pandai perhitungan saat berjualan agar tidak merugi, apalagi warga yang berbelanja sekarang ini kebanyakan ibu-ibu rumah tangga yang beli eceran tidak lagi dalam ukuran kiloan. Banyak restoran maupun perhotelan juga yang sudah jarang berbelanja," ujarnya.

Sementara salah satu pembeli, Nurjana, mengatakan, penurunan harga cabai berkisar Rp5.000 per kg. Namun jika naik, bisa mencapai Rp7.000 hingga Rp10.000.,

"Pada hal di pasar Ambon ini pada umumnya stok cabai merah maupun cabai keriting panjang cukup banyak dan terlihat dimana-mana," katanya.

Dia juga mengakui masih ada pedagang bawang merah yang menjual dengan harga Rp50.000 per kg. Dia menduga hal ini karena pedagang tersebut masih memiliki stok lama.


Editor : Umaya Khusniah