Harga Cabai Merah di Petani Naik, Pedagang di Ambon Jual Rp80.000 per Kg

Antara ยท Senin, 06 Juli 2020 - 17:00 WIT
Harga Cabai Merah di Petani Naik, Pedagang di Ambon Jual Rp80.000 per Kg
Ilustrasi cabai merah (Foto: iNews/Toiskandar)

AMBON, iNews.id - Harga cabai di pasar tradisional Kota Ambon, Maluku bergerak naik dibandingkan tiga hari sebelumnya. Saat ini harga per kilogram (kg) cabai merah mencapai Rp80.000 dan cabai merah keriting Rp50.000.

Seperti terpantau di Pasar Mardika dan Lama, Senin (6/7/2020), cabai merah besar naik Rp10.000 dari harga sebelumnya Rp70.000 per kg. Sementara cabai merah keriting naik Rp5.000 dari harga sebelumnya Rp45.000 per kg.

Sedangkan untuk harga eceran, yakni Rp7.000/cupa (ukuran satu kaleng susu kental manis) dan Rp3.000 per tumpuk kecil.

Salah satu pedagang di Pasar Mardika, Dullah mengatakan, kenaikan ini karena petani di sentra produksi juga menaikkan harga jual. Selain itu, masih ada ongkos transportasi sampai di pasar yang cukup mahal.

"Jadi harus pandai berhitung saat berjualan agar tidak merugi. Apalagi warga yang berbelanja sekarang ini kebanyakan ibu-ibu rumah tangga yang membeli eceran tidak lagi dalam ukuran kiloan. Banyak pengelola restoran maupun perhotelan juga jarang berbelanja," ujarnya.

Salsa satu pembeli, Jully mengatakan, harga cabai ini tidak pernah turun. Kalaupun terjadi perubahan harga, maka turun atau naik dalam kurung waktu dua hingga tiga hari saja.

"Padahal di Pasar Ambon ini pada umumnya stok cabai merah maupun cabai keriting panjang cukup banyak," katanya.

Naiknya harga cabai tidak mempengaruhi harga bawang yang terus bergerak turun dibandingkan tiga hari sebelumnya. Harga bawang merah saat ini Rp50.000 per kg, turun dari sebelumnya Rp54.000. Sedangkan bawang putih juga turun dari Rp26.000 menjadi Rp24.000 per kg.

"Harga bawang mulai turun abang. Stok cukup banyak dan segar-segar," kata pedagang di Pasar Mardika, Rus.

Menurutnya, masih ada pedagang yang menjual dengan harga Rp54.000. Namun dia menduga barang yang dijual merupakan stok lama.


Editor : Umaya Khusniah