Harga Cabai di Kota Ambon Terpantau Turun, Bawang Merah Tak Berubah

Antara ยท Selasa, 12 Mei 2020 - 12:44 WIB
Harga Cabai di Kota Ambon Terpantau Turun, Bawang Merah Tak Berubah
Cabai merah besar. (Foto: iNews/Riski Amirul Ahmad)

AMBON, iNews.id - Harga cabai merah biasa di Kota Ambon, Maluku turun jika dibanding tiga hari lalu. Diduga lantaran pasokan dari desa sentra penghasil cabai lancar.

Seperti terpantau di Pasar Mardika dan Batu Merah, Selasa (12/5/2020), pedagang menawarkan harga cabai merah biasa seharga Rp25.000 per kilogram. Harga ini turun dari yang sebelumnya mencapai Rp40.000 per kilogram.

Sementara untuk harga per cupa atau ukuran kaleng susu kental manis, pedagang menjualnya dengan harga Rp3.000. Padahal harga sebelumya mencapai Rp7.000 per cupa.

Untuk harga cabai keriting panjang, juga turun menjadi Rp20.000 hingga Rp25.000 per kilogram. Harga sebelumnya dipatok Rp35.000 per kilogram.

Salah satu pedagang di Pasar Tradisional Mardika, Jubaida mengatakan, harga sudah turun sejak tiga hari lalu, namun dia baru bisa menerapkannya dua hari terakhir. Hal ini karena dia masih memiliki stok cabai lama.

"Sudah mulai bergerak turun sejak tiga hari yang lalu, hanya saja baru dua hari diterapkan harga sekarang, sebab pedagang masih memiliki stok yang lama," katanya, Selasa (12/5/2020).

Dia juga mengakui, stok cabai merah biasa maupun keriting panjang sekarang ini cukup banyak di pasar. Arus pasokan juga lancar dari sentra produksi, terutama dari desa-desa di Pulau Ambon yang selama ini dijadikan sentra produksi.

Sayangnya, turunnya harga cabai belum berpengaruh ke bawang merah. Hingga kini, bawang merah dipatok Rp50.000 per kilogram. Sedangkan bawang putih dijual seharga Rp38.000 hingga Rp40.000 per kilogram, atau turun dari sebelumnya Rp45.000.

Pedagang di Pasar Mardika, Rustam, mengatakan, harga bawang merah cukup baik. Artinya hingga kini masih terus bertahan di angka Rp40.000. Harga ini sudah bertahan sejak minggu yang lalu.

"Mudah-mudahan menjelang hari raya nanti, harga bawang merah bisa bergerak turun, sebab stoknya juga cukup banyak," ujarnya.


Editor : Umaya Khusniah