Gempa Bumi M5,9 Guncang Halmahera Barat Maluku Utara, Ini Penjelasan BMKG

Ilma De Sabrini ยท Selasa, 12 November 2019 - 11:09 WIB
Gempa Bumi M5,9 Guncang Halmahera Barat Maluku Utara, Ini Penjelasan BMKG
Ilustrasi gempa bumi. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.idGempa bumi Magnitudo 5,9 mengguncang Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, Selasa (12/11/2019), pukul 06.41 WIB. Gempa yang selanjutnya dimutakhirkan menjadi M5,7 tersebut tidak berpotensi tsunami.

Kepala Pusat Gempa dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono menjelaskan, gempa bumi tersebut terjadi akibat aktivitas subduksi lempeng.

“Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi tersebut jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas subduksi antara lempeng mikro Laut Maluku dan lempeng Filipina,” kata Rahmat Triyono dalam siaran persnya.

 

BACA JUGA: Gempa Bumi Hari Ini Magnitudo 5,9 Guncang Maluku Utara

 

Rahmat menjelaskan, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan, gempa bumi tersebut memiliki mekanisme oblique (oblique fault). Guncangan gempa dirasakan di daerah Kotamobagu, Ternate, dan Tobelo dalam skala intensitas II-III MMI. Ini artinya, getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa seakan akan truk berlalu.

Sementara di Bolaang Mongondow Timur, Manado, Tondano, Minahasa Utara, dan Bitung, getaran dirasakan dalam skala intensitas II MMI. Getaran tersebut dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

BMKG hingga saat ini belum menerima laporan mengenai dampak kerusakan yang ditimbulkan gempa bumi tersebut. Sementara dari hasil pemodelan menunjukkan gempa ini tidak berpotensi tsunami dan hingga pukul 07.00 WIB belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock).

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Selain itu, masyarakat diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak, memeriksa dan memastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah.

“Masyarakat juga diharapkan memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” katanya.

Sebelumnya, gempa bumi M5,9 mengguncang Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, pukul 06.41.00 WIB. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,48 Lintang Utara (LU) dan 127,05 Bujur Timur (BT), atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 65 kilometer (km) arah Barat Laut Jailolo pada kedalaman 119 km.


Editor : Maria Christina