Duduk Perkara Mendagri Tito Sebut Jenazah Covid-19 Lebih Baik Dibakar

Antara, Fandi wattimena ยท Jumat, 24 Juli 2020 - 16:34 WIB
Duduk Perkara Mendagri Tito Sebut Jenazah Covid-19 Lebih Baik Dibakar
Mendagri Tito Karnavian saat klarifikasi terkait pernyataannya soal jenazah Covid-19 dibakar. (Foto: iNews/Fandi Wattimena)

AMBON, iNews.id – Pernyataan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang menyebut jenazah Covid-19 secara teori lebih baik dibakar dalam kegiatan webinar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) menuai polemik. Dalam diskusi yang digelar Selasa (21/7/2020) lalu itu, mantan Kapolri menyampaikan terkait penanganan jenazah Covid-19.

"Saya sampaikan jenazah Covid-19 secara teori seyogianya dibakar agar virusnya juga mati. Tetapi belum tentu sesuai dengan akidah atau keyakinan agama tertentu, seperti saya seorang Muslim," katanya Tito dalam usai shalat Jumat di Masjid Taya Al Fatah Ambon. Jumat (24/7/2020).

Karena itu, menurut Tito, tekniknya adalah dengan cara dibungkus rapat, supaya virus tidak ada celah untuk keluar, selanjutnya dimakamkan di lokasi yang kering, sehingga tidak ada kemungkinan untuk virus keluar mengalir di air dan sebagainya.

Tetapi kata Mendagri, ada media yang memotong, bahkan ada kata- kata yang di luar apa yang dikatakan, yakni jenazah Covid-19 harus dibakar.

"Saya tidak pernah mengatakan hal seperti itu, yang saya katakan ini panjang saat diskusi penanganan jenazah Covid-19," ujarnya.

Karena itu, Mendagri mengklarifikasi pemberitaan yang menyebutkan dirinya mengharuskan jenazah pasien Covid-19 dibakar untuk membunuh virus tersebut.

"Ada media yang memotong, sepotong saja. Bahkan ada kata- kata yang diluar apa yang saya katakan yaitu Jenazah Covid-19 harus dibakar. Saya tidak pernah mengatakan seperti itu, tidak pernah," ungkap Tito.

Mendagri pun meminta polemik terkait pernyataan ini diakhiri dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

Karena pernyataan terkait perlakukan terhadap jenazah yang terinfeksi Covid-19 dikembalikan pada protokol kesehatan dan penanganan sesuai keyakinan (akidah) setiap agama.

Mendagri meminta agar pemberitaan jika dimuat di media jangan dipotong-potong sehingga kehilangan konteks.

"Masyarakat akhirnya melihat sepotong dan berpikir saya mengharuskan cara penanganan jenazah dibakar, tentu tidak.  Saya kira teman-teman yang ikut webinar saat itu memahami betul jika membaca konteks secara keseluruhan," ujarnya.


Editor : Kastolani Marzuki