DPRD Ternate Minta Satgas Covid-19 Humanis Tegakkan PPKM Mikro

Antara · Kamis, 22 Juli 2021 - 19:04:00 WIT
DPRD Ternate Minta Satgas Covid-19 Humanis Tegakkan PPKM Mikro
DPRD Ternate meminta Satgas Covid-19 di lapangan bertindak persuasif dan humanis dalam menegakkan aturan PPKM mikro. Foto: Ilustrasi/Devi Sulitya

TERNATE, iNews.id - DPRD Kota Ternate, Maluku Utara, meminta Tim Satgas Covid-19 humanis dalam menegakkan aturan PPKM mikro. Pembubaran kerumunan di lapangan harus dilakukan secara persuasif bukan dengan arogansi apalagi berujung pada tindakan kekerasan.

Anggota Komisi III DPRD Ternate, Nurlela Syarif menyayangkan terjadinya kekisruhan pembubaran kerumunan oleh petugas pada saat pelaksanaan pemotongan hewan kurban di Kelurahan Akehuda, Selasa (20/7/2021). Video tersebut menjadi viral di media sosial dan dikeluhkan banyak pihak.

"Banyak video yang beredar di daerah lain terkait penanganan Covid-19 dengan pembatasan dan lainnya, di mana orang-orang dibatasi berjualan. Aktivitas masyarakat dibatasi, sehingga harus lebih humanis," kata Nurlela, Kamis (22/7/2021).

Dia menyebutkan, video viral di Akehuda menunjukkan Satgas Covid-19 Kota Ternate tidak humanis kepada masyarakat. Harusnya peristiwa tersebut bisa diantisipasi dengan pendekatan persuasif.

"Jangan lagi pertontonkan cara-cara yang terlihat kasar, petugas satgas tidak perlu lagi berargumen dan bersikap kasar terhadap masyarakat. Harus menyampaikan hal-hal yang edukatif dan sosialisasi soal pentingnya penerapan protokol kesehatan guna menghindari penyebaran Covid-19," ujarnya.

Secara terpisah, Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Ternate, Arif Gani, menilai kisruh di Kelurahan Akehuda hanya miskomunikasi antara tim dan panitia kurban setempat. Sebelum Idul Adha satgas telah menginfokan panitia kurban untuk tidak membuat kerumunan saat pembagian daging kurban.

"Kami hanya mengurai kerumunan yang terjadi di Akehuda, artinya Satgas Covid-19 datang dan bilang kalau boleh yang tidak berkepentingan silakan meninggalkan lokasi pemotongan daging guna menghindari adanya kerumunan yang berpotensi terjadinya penyebaran virus corona," katanya. 

Editor : Erwin C Sihombing