Bunuh Anak Kandung Usia 3 Tahun, Ayah di Ambon Dituntut 15 Tahun Penjara

Antara ยท Sabtu, 11 Juli 2020 - 12:28 WIT
Bunuh Anak Kandung Usia 3 Tahun, Ayah di Ambon Dituntut 15 Tahun Penjara
Suasana sidang pembunuhan dengan terdakwa ayah kandung di PN Ambon. (Foto: ANTARA/Daniel Leonard)

AMBON, iNews.id - Sidang tuntuan kasus pembunuhan balita tiga tahun dengan terdakwa Antje Lopies (36) yang merupakan ayah kandung korban bergulir di Pengadilan Negeri Ambon, Jumat (10/7/2020). Dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon Elsye B Leunupun menuntut terdakwa dengan hukuman 15 tahun penjara.

"Meminta majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 80 ayat (1) juncto Pasal 76 C UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak," kata jaksa Elsye.

Tuntutan jaksa disampaikan dalam persidangan online dipimpin Ketua Majelis Hakim PN Ambon Hamzah Kailul, didampingi Christina Tetelepta dan Lucky Rombot Kalalo selaku hakim anggota.

Dalam tuntutannya, jaksa juga meminta terdakwa dihukum membayar denda sebesar Rp1 miliar subsider satu tahun kurungan dan membebankan membayar biaya perkara Rp2.000.

Hal yang memberatkan terdakwa dituntut penjara dan denda karena perbuatannya mengakibatkan Cevin Lopies, anak kandungnya meninggal dunia. Perbuatan terdakwa tergolong sadis karena anak balita ini seharusnya membutuhkan kasih sayang dan perhatian khusus orang tua.

Sementara yang meringankan, terdakwa mengakui dengan jujur segala perbuatannya sehingga memperlancar proses persidangan.

Majelis hakim menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda mendengarkan pembelaan penasihat hukum terdakwa Alfred Tutupary dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Humanum Maluku.

Diketahui, tindakan terdakwa yang sudah dipengaruhi minuman keras ini bermula dari keributan dengan paman dan adiknya. Kemudian, terdakwa memanggil korban untuk mandi sore. Saat membuka pakaian serta popok anaknya yang penuh kotoran, terdakwa langsung memukuli pantat korban sekeras-kerasnya sampai dua kali dengan tangan kanan. Akibatnya balita berusia dua tahun 10 bulan itu menangis kesakitan dan sempat didengar saksi Richard Lopies.

Anaknya itu masih terus menangis, sehingga terdakwa mencubit tubuh korban sebanyak enam kali lalu menamparnya lagi dengan tangan kanan sekuat tenaga sebanyak dua kali.  Terdakwa terus menyakiti anak kandungnya itu sampai akhirnya anaknya ini terjatuh ke arah belakang dan tidak sadarkan diri. Melihat kondisi korban sudah tidak berdaya, terdakwa merasa panik dan berusaha memberikan napas buatan. Namun korban tak tertolong dan meninggal dunia pada 27 Januari silam.


Editor : Donald Karouw