Ayah di Ambon Jalani Sidang Perdana karena Aniaya Anak hingga Tewas

Antara ยท Rabu, 10 Juni 2020 - 00:56 WIT
Ayah di Ambon Jalani Sidang Perdana karena Aniaya Anak hingga Tewas
Ilustrasi penganiayaan anak. (Foto: Istimewa)

AMBON, iNews.id - Seorang ayah di Ambon, Maluku menjalani sidang dengan kasus penganiayaan yang mengakibatkan anak kandungnya meninggal dunia. Sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Selasa (9/6/2020) ini beragendakan pembacaan dakwaan.

Vantje Lopies (36) didakwa telah membunuh anak kandungnyaa, Given Lopies (10) hingga meninggal dunia pada Senin (27/1) 2020 sekitar pukul 19.30 WIT di Desa Silale, Kota Ambon.

Dalam sidang yang berlangsung online ini, dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Hamzah Kailul. Dia didampingi Christina Tetelepta dan Lucky Rombot Kalalo selaku hakim anggota.
Dalam sidang perdana ini, beragendakan  pembacaan dakwaan olejlh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari, Ambon Elsye B. Leonupun.

Dalam dakwaannya, JPU menjelaskan, terdakwa yang dalam kondisi mabuk dan emosi mendapati korban tengah menonton televisi dalam rumah. Dia lantas menuyuruh korban mandi.

"Saat melepaskan pakaian serta popok korban yang penuh kotoran, terdakwa langsung memukul pantat korban sekeras-kerasnya sebanyak dua kali dengan tangan kanan. Korban menangis kesakitan," kata JPU.

Jerit tangis korban terdengar oleh  anaknya yang lain, Richard Lopies.

Terdakwa kembali mencubit korban sebanyak enam kali karena masih saja menangis. Tak hanya itu, pelaku juga menampar korban dengam tangan kanan sebanyak dua kali.

Selanjutnya, terdakwa yang kalap juga membenturkan kepala dan wajah kiri korban ke dinding bak mandi sebanyak empat kali. Korban akhirny terjatuh tak sadarkan diri ke arah belakang. 

Melihat kondisi korban sudah tidak berdaya, terdakwa merasa panik dan berusaha memberikan nafas buatan.

Setelah insiden tersebut, dua tetangga terdakwa masing-masing Risad Ralhuteru dan Ny. Devosy Noya mendatangi rumah terdakwa. Mereka melihat korban yang tidak berpakaian digendong ayahnya.

Mengetahui kondisi korban yang dalam kondisi lemas dan wajah serta kepalanya penuh luka, saksi Risad sempat meninju wajah terdakwa satu kali. Mereka lantas membawa korban ke rumah sakit.

Sayang, korban akhirnya meninggal dunia pada pukul 24.00 WIT.

"Akibat perbuatannya, terdakwa diancam melanggar Pasal 80 ayat (4) Juncto Pasal 76 C UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak," kata JPU.

Atas dakwaan JPU, terdakwa melalui penasihat hukum Frangky Tutupary tidak melakukan eksepsi.  Majelis hakim menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.


Editor : Umaya Khusniah