Berawal dari Cekcok, Oknum Anggota Brimob Aniaya Pemuda di Saumlaki

Antara ยท Minggu, 27 September 2020 - 11:20 WIT
Berawal dari Cekcok, Oknum Anggota Brimob Aniaya Pemuda di Saumlaki
Ilustrasi penganiayaan. (Foto: Istimewa).

SAUMLAKI, iNews.id - Dua personel Brimob Polda Maluku yang terlibat dalam penganiayaan warga Desa Olilit, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, ditetapkan sebagai tersangka. Mereka akan proses secara hukum dan dikenakan sanksi kode etik maupun disipilin anggota.

Kedua tersangka yakni SA dan AG diduga kuat telah menganiaya warga, Marselinus Fanumby, warga Desa Olilit, Kecamatan Tanimbar Selatan, Jumat (25/9/2020) lalu.

Kapolres Kepulauan Tanimbar, AKBP Romi Agusriansyah menyatakan, setelah menjalani pemeriksaan, dua anggota personel Brimob ini diamankan. Penyidik juga masih mendalami dugaan kasus penganiayaan ini.

"Artinya tidak menutup kemungkinan terhadap adanya pelaku lain," kata AKBP Romi di Kota Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Minggu (27/9/2020).

Kronologinya bermula pada Kamis (24/9/2020) malam. Briptu MA salah satu personil Brimob beserta adiknya bertemu dengan Marsianus Fanumby dan Timotius Fanumby di pPasar Olilit dan terjadi cekcok mulut.

Pertikaian antara adik Briptu MA, Lukas, terjadi di pasar ikan. Marselinus dan rekannya Timotius berkelahi dan memukuli korban. Kemudian Lukas bersama Briptu MA melapor ke pos jaga.

Tiga personel pos jaga di anatranya SA dan AG bersama Briptu MA mendatangi Marsianus serta Timotius. Warga atas nama Marsianus dibawa ke Kompi Brimob, sementara Timotius melarikan diri.

Malam itu, Marsianus sempat dibawa oleh anggota SPKT Polres ke Puskesmas Saumlaki dan dirawat hingga keesokan harinya dibawa pulang oleh orang tuanya.

Karena kondisinya yang masih perlu dirawat, Kapolres mengaku telah berinisiatif untuk menghantarkan Marsianus untuk kembali dirawat di Rumah Sakit Fatimah Olilit.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal