7 Contoh Teks Anekdot Beserta Strukturnya, Ketahui Pengertian dan Fungsinya

Ami Heppy S ยท Rabu, 21 September 2022 - 09:03:00 WIT
7 Contoh Teks Anekdot Beserta Strukturnya, Ketahui Pengertian dan Fungsinya
Contoh Teks Anekdot Sindiran (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Contoh teks anekdot beserta strukturnya bisa menjadi salah satu bahan belajar bagi siswa.

Teks anekdot sendiri merupakan teks yang berisi tentang cerita singkat, menarik, lucu, mengesankan. Selain itu, teks anekdot umumnya menceritakan orang penting atau terkenal berdasarkan hal yang terjadi.
 
Secara sederhana, teks anekdot adalah cerita lucu yang didasarkan pada kejadian nyata. Fungsi teks anekdot adalah sebagai  sindiran yang disajikan dalam bentuk cerita lelucon atau humor. 

Sindiran dalam teks anekdot bisa berkaitan tentang sesuatu yang ada pada kehidupan atau kebiasaan sehari-hari.

Agar lebih memahaminya, kamu dapat menyimak beberapa contoh teks anekdot beserta strukturnya berikut ini.

Contoh Teks Anekdot Beserta Strukturnya

1. Struktur Teks Anekdot

Mengutip situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, teks anekdot terdiri atas lima bagian, yakni:

Abstrak 

Bagian di awal paragraf yang berfungsi memberi gambaran tentang isi teks. Biasanya bagian ini menunjukkan hal unik yang akan ada di dalam teks.

Orientasi 

Merupakan bagian yang menunjukkan awal kejadian cerita atau latar belakang bagaimana peristiwa terjadi. Biasanya penulis bercerita dengan detail di bagian ini.

Krisis 

Bagian dimana terjadi hal atau masalah yang unik atau tidak biasa yang terjadi pada si penulis atau orang yang diceritakan.

Reaksi 

Bagian tentang cara penulis atau orang yang ditulis menyelesaikan masalah yang timbul di bagian krisis tadi.

Coda 

Bagian akhir cerita. Bisa juga dengan memberi kesimpulan tentang kejadian yang dialami penulis atau orang yang ditulis.

2. Contoh Teks Anekdot

Berikut ini beberapa contoh teks anekdot yang telah berhasil iNews.id rangkum dari berbagai sumber.

Penjahat Berkualitas

Badrun dan Pratama menonton televisi di pos ronda. Saat itu, mereka melihat kasus pencurian sebuah handphone yang dipenjara 5 tahun. 

“Para koruptor di negeri ini cuma dipenjara 1 tahun dan masih bisa jalan-jalan,“ ucap Badrun kebingungan. 

“Pemerintah lebih mementingkan sebuah handphone. Jadi hukumannya lebih lama dari koruptor.” 
Jawaban Pratama membuat Badrun mengangguk paham.

Baju Termahal

Dian: Tom, kamu tahu di negara kita sudah terdapat banyak politisi-politisi yang kaya raya?
Tomi : Kalau itu aku juga sudah tahu!
Dian : Dengan kekayaan yang dimilikinya, mereka semua sanggup untuk membeli baju termahal di Indonesia, lho. 
Tomi : Lho, maksud kamu apa ya?
Dian : Ya, apalagi kalau bukan baju tahanan KPK. 
Tomi : Kok malah kaos tahanan KPK sih? Aku nggak paham.
Dian : Coba aja deh kamu pikir Tom, seorang politisi terlebih dahulu harus mengambil uang negara minimal Rp1 miliar baru mereka semua bisa menggunakan kaos tersebut. 
Tomi : Ohh, aku baru paham kalau maksudmu seperti itu.

Kursi Termahal

Dua orang sahabat, Ari dan Dani tengah bersantai di bawah pohon rindang
Sambil menikmati minumannya, keduanya melemparkan lelucon-lelucon ringan. Suatu ketika, Ari menanyakan hal menarik kepada Dani.
“Dan, kursi, kursi apa yang harganya mahal?”
Dani berpikir sesaat, lalu menjawab, “Kursi jati bertahtakan emas dan berlian.”
“Salah. Coba tebak lagi!”
“Hmm, apa yah? Kursi berteknologi tinggi?”
“Masih salah. Ingin tahu?”
“Memang kursi apa?”
“Kursi DPR. Coba saja kamu lihat. Calon anggota DPR rela habisin uang bermilyar-milyar cuma buat duduk di sana. Padahal kursinya sama saja sama kursi di rumah, “ jawab Ari sambil terkekeh.
“Benar juga kamu. Politikus kebiasaan money politic buat menarik simpati rakyat.”
Melalui leluconnya, Ari mencoba mengkritik perilaku para politikus yang suka membagikan uang demi mendapatkan jatah di pemerintahan.

Editor : Komaruddin Bagja

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: